Best Entries

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 23, 2013

#LIST CARTOON | Bangga Pernah Menjadi Seorang Anak


Du di du di dam dam
Du di du di dam
Kamu makannya apa (tempe)
Saya juru masaknya (oke)
Ada tempe goreng , ada ayam goreng
Semua yang digoreng (oseng, oseng, oseng )
Du di du di dam; Cipta Papa T. Bob; Dinyanyikan oleh Enno Lerian

Anak-anak sekarang membahayakan, karena sudah menyanyikan lagu orang dewasa. Ada banyak lirik lagu anak-anak lainnya pada tahun #90an, yang akan membuat kita bersyukur karna tumbuh besar dan menikmati keceriaan menjadi seorang anak baik di Sekolah Dasar, Sekolah Lanjut Tingkat Pertama, dan Sekolah Lanjut Tingkat Atas.
Bagaimana tidak, sebuah situs mesin pencari ter-besar dan paling banyak diakses saja, juga ikut merayakan Hari Anak Nasional pada hari ini, Selasa, 23 Juli 2013. Sesuai dengan Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984.
Google Dodge u/ Hari Anak Nasional 2013
Masa kecil generasi 90an adalah masa yang paling menyenangkan. Tak ada beban yang terlalu berat selain harus pergi sekolah enam hari dalam seminggu. Dan letih pun terbayar dengan tayangan televisi yang menghibur.
Era 90an belum mengenal yang namanya homeschooling. Jadi, hari Minggu adalah surganya anak-anak yang masih sekolah. Selain libur, mereka juga diperbolehkan bermain sepuasnya, termasuk menonton televisi. Mereka akan bangun sepagi mungkin untuk menonton acara kartun favorit, dari jam 6 pagi hingga 12 siang itu masih ada aja film kartun yang tayang.

Dimulai dari P-MAN, KOBO CHAN, SAILOR MOON hingga DRAGON BALL. Yang lainnya ada MAGIC KNIGHT RAYEARTH, DR SLUMP, DIGIMON, DETEKTIF CONAN, CRAYON SHINCAN, KAPTEN TSUBASA, SAINT SAIYA, BT-X, SAMURAI-X, DASH! YONKURO, MIGHTY MORPHIN POWER RANGER, ULTRAMAN, JIBAN, KAMEN RIDER BLACK, MINKY MOMO, CANDY CANDY, REMI, DORAEMON, TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES, JIRAIYA, PATLABOR, M.A.S.K, YU GI OH!, SILVER HAWK, GHOST AT SCHOOL, KICKERS, THUNDER CATS, CENTURION, HE-MAN AND THE MASTER OF UNIVERSE, KAMEN NO NINJA AKAKAGE, MOJAKO, INNUYASA, BEYBLADE, NINJA HATORI, SLAM DUNK, HUNTER X HUNTER, ONE PIECE, CRUSH GEAR, LET'S AND GO, NUBE, RANMA 1/2, . . .

Dan masih banyak lagi yang lainnya.. Benar-benar jaman masih ingusan dulu kita dimanjakan dengan segudang maraton kartun. ndak seperti akhir-akhir ini, namanya anak-anak banyak disuguhi tontonan dewasa. Efeknya, mau nggak mau mereka dewasa sebelum waktunya dong. Terlepas dari masa puber mereka. Hal ini yang bikin miris...

Aku bener-bener masih penasaran, ada beberapa kartun lagi yang teringat, jadi kita lanjutkan..

ada MONSTER FARM, MAGICAL DOREMI, SPACE MONKEY, GODZILLA,POPOLOCROIS, MAKIBO, TOKYO MEW-MEW, CARD CAPTOR SAKURA, WHISTLE, GUNDAM, THE LAW OF UEKI, RAVE, FLAME OF RECCA, DAN DETECTIVE SCHOOL, WEDDING PEACH, TIN-TIN, GE GE GE NO KITARO, JET MAN, ROBO KABUTAKU, HATCHI, YU YU HAKUSO, ZENKI, TROUBLE CHOCLATE, FULL METAL PANIC, NINKU, TRIGUN, FULL METAL PANIC, SAKURA WARZ, DUAL PARALEL TROUBLE, WINSPECTOR, SUPER HUMAN SAMURAI, ANIMANIAC, IKYUSAN, TINY TOONS, GABAN, CAPTAIN PLANET, FLASH, ASTRO BOY, POPAYE, LUCKY LUKE, POKEMON, WOODY WOODPAKER, LOONEY TOON, SCOOBY DOO, SESAME STREET..

Ampun dah, masih banyak kartun yang dulu pernah ditonton, kriting ini. Kalo dilanjutin terus, kayaknya nggak bakal selesai-selesai ini mikirnya, dan akhirnya kelewat moment ..

Padahal tadi niatnya mau nulis tentang lagu-lagu anak-anak dulu dan sekarang, malah nge-list film kartun yang dulu pernah berjaya.

Haha, terimakasih sudah bernostalgia. mungkin kalo masih ada kartun ato salah ketik judulnya, bisa lho langsung comment dibawah.

Nice Share :)

Referensi : Google Indonesia, Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia, KapanLagi[dot]com, dan My Mind.

Minggu, Juli 21, 2013

Show 5 - 9 Besar #SUCI3


Kamu semua pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Stand Up Comedy. Saya mengenalnya dari Metro TV, You Tube, lalu Kompas TV (sinyal UHF nya telat masuk kosan).

Stand up comedy sudah ada sejak abad 18 lalu di Eropa dan AS. Secara umum, makan lesikal stand up comedy adalah lawakan atau komedi yang dilakukan di atas panggung oleh seseorang dengan melontarkan serangkaian lelucon berdurasi 10 sampai 45 menit.

Gaya baru dalam dunia komedi dunia ini mulai di adopsi dan mulai muncul ke permukaan semenjak kehadirannya di Indonesia yang di prakarsai KompasTV, Stand up Comedy makin populer dan makin dekat dengan masyarakat, Stand up Comedy Indonesia yang baru saja ditutup dengan kemenangan manis Babe, memang telah melahirkan banyak komika-komika berbakat tanah air.

Angin segar ini yang membawa aku untuk melihat secara dekat bagaimana seorang comic (panggilan untuk orang yang melakukan stand up comedy). Karena jujur saja, sejak pertama kali melihat #SUCI2, terlihat begitu mudah untuk melakukan stand up, orang GEJE dan Absurb kayak guwe aja bisa mendapatkan riuh tawa penonton. Hahaha..

Beruntung saat itu Show 5 #SUCI3, live show diadakan di daerah Kuningan Jakarta Selatan dan posisi waktu itu ada hampir tiga bulan sudah makaryo. Dengan perasaan was-was takut kehabisan tiket, pulang jam 5 langsung mengejar KOPAJA 66 karena berita dari mas Pandji via twit show dimulai jam 6 dan kenyataanya mooloooooooor  -__-"

Tiket #SUCI3 dan itu GRATIS!!

Di lobi keliatan sepi, hanya banner #SUCI3 doang dan ternyata, ada acara open mic yang dipandu sama Pak Akbar #SUCI1 dan Mas Gilang #SUCI2. Gayanya mirip plek sama anak kuliahan dah, nggak ada gaya Artis, bener-bener terlihat sederhana. Dan muncul jagoan yang memang aku jagoin di #SUCI3 ini, Mas Reno dan AlphiShugoi lagi kongkow di teras, muncul Bang Bene ikut nimbrung. Pengennya sih minta photo bareng, tapi secara nggak ada satupun orang yang ngajak foto, jadinya . . . ya nggak jadi... T_T

Waktu asik ngikutin itu open mic, lewat dua orang dengan gaya yang bisa dibilang "eye catching" didepan guwe. Entah siapa mereka, kayaknya sih kenal wajahnya, tapi... ya sudahlah, mereka berlalu begitu saja dan perhatianku langsung kembali ke laptop open mic.

Gate studio di buka tepat jam 7 dan semua pecinta SUCI masuk melewati tim Security. Satu-persatu masuk berbaris didalam studio dan langsung mencari kursi strategis dari kamera dan Show nya itu sendiri. Dan . . jeng-jeng-jeng-jeng . . Ada Bang Pandji Pragiwaksono di atas panggung, owh man, belum ada show tapi dianya udah mulai nyapa aja penonton yang baru nglewatin Security sambil di cercanya satu persatu.. Dan guwe pun kena . . Zzztt . . .

"Selamat datang Mas, habis Ujian Negara ya?" kata Pandji sambil melambaikan tangannya kearahku.

Sontak pecah hening diantara penonton, pada ketawa boy.. dan setiap orang yang masuk pun kena. Hasil investigasi sih, kayaknya dia mengeluarkan seluruh curahan isi hati kalau Manchaster United, tim bola kesayangannya harus kalah dari Real Madrid. Moment sekali.. Taunya emang itu kebiasaan Pandji buat mencairkan suasana di sela-sela iklan atau sebelum kamera recording. Sotoy sekali ya gue..


And this is it, SHOWTIME . .

Ternyata, yang lewat di depan ku waktu nonton open mic di lobi adalah Endah and Rhesa, Jazz Accoustic Couple meeen... Kenapa tadi nggak di cegat dan minta photo yaa..? Haha.. lupakan..

Habis nyanyi dua lagu, dan nggak tau apa judulnya (seinget sih yang ke dua adalah lagu indie), EnR manggil satu per satu itu kontestan biar naik ke atas panggung sambil melontarkan single punch line, dan temanya adalah iklan. Ini the best theme untuk sebuah Joke karena topiknya luas buanget. Over all, punch line nya kompor gas, ngundang tawa. Sampe ini diketik, punch line nya DetektiFerry yang paling kena.

Iklan itu makhluk hidup yang bernafas dengan Inslang

Akhirnya, mulai nikmatin tiap show masing-masing kontestan hingga tepat jam 11, semua sudah menunjukkan taji nya dan waktunya penjurian. kita dipersilahkan buat ISHOMA atau pulang selama 30 menit. Ternyata 25 menit kita sudah dipersilahkan kembali dan kamera berputar tepat 15 menit sebelum berganti hari. Pandji dan GePamungkas baca tiap review juri dan ternyata yang tereliminasi adalah Mas Reno dari Yogyakarta, audisi Bandung. Sedih, karena salah satu yang di jagoin selain Cak Muslim. If your step stop at here, there is ways in your right and your left (by me).

Bubar jalan 30 menit lewat tengah malam, dan... Angkot nggak ada.. Taksi rebutan.. Jalan kaki jadi pilihan..

Well pertama kalinya ngeliat record acara tipi, langsung dan diputerin di tv nasional hari minggu, 10 Maret 2013. Mantab :-bd

EnR photo di panggung open mic
se-detik yang berharga, hem putih lengan ditekuk

Videonya dari EVideoCenter:

  1. Endah N Reza - 9 Peserta Stand Up Comedy Indonesia 3 :http://youtu.be/Oi1HgfIkH_k
  2. Alphi - Iklan Tiang Listrik : http://youtu.be/mho031A48ls
  3. Gian - Bintang Iklan, Jadi Bayangan : http://youtu.be/lsGbf7iBwlc
  4. Arie - Piknik Ke Jalan Baru : http://youtu.be/kJe0x7mNHXU
  5. Ferry - Bintang Iklan Layanan Masyarakat :http://youtu.be/j56E3L7uv50
  6. Bene - Syahrini Sibuk Cari Rumput :http://youtu.be/b45VYZGSeUU
  7. Fico - Bawa Negara Ini Rusak Bawa ke Bengkel :http://youtu.be/_e-aDqSsSFw
  8. Reno - Harga Hari Senin Naik, Iklan Tayang Hari Minggu :http://youtu.be/YF7i_NjimHw
  9. Babe - Mr. Lambat Calon Bupati, Di Joblos Gak Tembus :http://youtu.be/joNG7Z9BJ8M
  10. Muslim - Iklan Tolak Asngin, Orang Pintar Disuntik Gak Nangis :http://youtu.be/3z9S372IodE
  11. Endah N Reza - Liburan Indie : http://youtu.be/PH2OrsFEx4U 


Sayangnya, aku nggak kerekam dan itu artinya gue nggak masuk tipi. Karena yang terkenal cuma sikut gue.. Hahaha.. *bukan udik

Referensi : Kompas TV, WebSejarah, dan Pengalaman Pribadi

Jumat, Juli 12, 2013

Track line "Kesasar" Dalam Novel

MENSANA EN COPEROSANO

... atau yang biasa kita kenal dengan pribahasa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, sepertinya harus diganti dengan istilah baru. Yaitu di dalam jiwa yang sehat, terdapat tubuh yang kuat, karena tidak semua orang bertubuh sehat memiliki jiwa yang sehat pula, bagaimana dengan orang gila coba? #lohnah

Karena saya termasuk orang yang memiliki jiwa yang sehat, ada baiknya ikut menyehatkan tubuh ini dengan cara.. Jogging.. Mumpung setiap hari minggu di Jakarta ada acara car free day dari jam enam pagi sampai jam sebelas siang, sepanjang Kereta Kuda Monas hingga Bunderan Senayan. Biasanya sih paling puwol 2 putaran lari santai dari Bunderan HI sampe Kolong Semanggi. Tapi, karena hari itu mau tuker tiket Kereta-Api, jadi kebiasaan dirubah dikit, lari sepanjang track dengan finish line di Stasiun Gambir. Berezz...

Nggak seperti biasa, depan UOB, terasa habis nafas ini. Biar balik lagi, jalan santai sampai Bunderan HI dan mampir ke "Bakul Pecel" belakang GI. Dulu, pernah mampir kesana habis Jogging bareng Made, Arie, Dhea, Danaz, dan lupa.. Haha, sayangnya habis, secara waktu itu jam 10 dan tidak seramai sekarang.. udah tambah aja yang jualan mirip SunMor, Pasar Kaget ala UGM. Udah gitu, yang jualan sekarang pake tenda pula, dan yang di jual makin variatif. Oke, pesen lontong pecel pake mendoannya duak, biar puas rasa penasaran ini. Rasanya ternyata nggak cukup mengobati rindu pecel bikinan eyangputri, secara bumbunya kerasa kecut dan neeg.. but it's oke for mendoan walau tidak seenak di GBK..

Gak perlu foto ya, karena nafsu photography saya hilang begitu makan se-sendok pecel ini, dari pada napsu makan kalian ikutan ilang.. hehehe..


Holding Hands Movement

Masih di seputaran Bunderan Hotel Indonesia, Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) mengadakan acara tersendiri dengan pangguung seadanya, Acara itu bertajuk Holding Hands Movement, dimana para penyandang cacat disabilitas seperti Tuna Rungu dan Tuna Netra akan berkerjasama dalam "melangkah ke depan."

HHM dihadiri semua lapisan masyarakat, artis, seniman untuk merasakan apa yang dirasakan teman-teman kita yang memerlukan kebutuhan khusus ini. Kenapa tidak, artis yang menampakkan batang hidungnya ada Igor "Saykoji" dan tim, Soul Id, dan Indra Birowo. Aksinya sepasang manusia seolah-olah menjadi sang disabilitas, yang Tuna Netra pakai kain penutup mata dan Tuna rungu pake ear plug kayak di pabrik. keduanya berpegangan tangan, saling menuntun, saling berkerjasama dalam menggadapi rintanagan.


"Cara menuntun yang benar itu, si Tuna Netra memegang pundak/bahu kanan sang Tuna Rungu dengan tangan kanannya dari belakang."

Rencananya kegiatan ini akan dihadiri juga oleh Gubernur DKI Jakarta, Jokowi.Ya rencana tinggallah rencana, orang nomor satu di DKI itu tidak kunjung datang nganti bubar. Nggak tau juga ya kalo pas aku datang, Pak Jokowinya udah pulang duluan. Hehehe...

Panggung seadanya dengam masa apa adanya..

Igor "Saykoji" (merah) dan kawan-kawan..


Drive Books, Not Cars

Setelah melangkahkan kaki terakhir dengan para disabilitas, track maraton dilanjutkan kembali ke Gambir. Biasanya jalan MH. Thamrin nggak terlalu ramai pecinta car free day, tapi hari iniii.... aneh.... Ada yang demo di depan "eX Mall," ada bule dan bawa buku, malangin jalan pula.. so awkward..

Ternyata, acara dari Taman Bacaan Pelangi dengan tajuk tema Drive Books, Not Cars yang ternyata sudah two years diadakan. *baru tahu*


FYI: Rainbow Reading Gardens aka Taman Bacaan Pelangi adalah sebuah kegiatan sosial pengadaan taman baca (perpustakaan mini) untuk daerah tertinggal dan terpencil di daerah Timur Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sang pendiri, Nila Tanzil @nilatanzil ini sekarang malah ikutan Nekad Traveler by provider gsm merah, jalan-jalan ke pulau Komodo selagi ada acara sosial di eX.. ckckck...

Ada beberapa box kerdus berisi buku-buku yang terlihat tua, dengan harapan mendapatkan buku lungsuran bertema geosaince itu pun harus pupus. Isinya Novel semua in English pula.. Arrgh..


boleh dipilih - dipilih - dipilih . . .

Ada lebih dari 33.000 judul buku sumbangan tentunya yang dijual kembali dengan harga yang bervariasi, [$0.50 to $3.50. Boleh lah, sapa tau dapet buku Sherlock Holmes pertama di Indonesia atau di dunia kan bagus tuh, buat hadiah duo Sherlockians, si Sony dan Kris.


 “You get to buy second-hand books in good condition at a really low price — and at the same time, you’re donating to a good cause.”

Pencarian baru 5 menit dan sudah ada 3 orang yang menanyakan hal yang sama, "Mbak, adakah novel tentang Sherlock Holmes?" Kerasa tertantang nih buat ngabisin semua buku Sherlock Holmes, dan dalam pencarian jati dirinya, di bantu dengan mbak-mbak manis yang saya taksir adalah anak PR angkatan 2010-an, masih cupu lugu gitu. Sayang jutek waktu bantuin nyari. 

Dari stand ke stand, dari tumpukan ke tumpukan, ternyata kalah cepet dengan salah seorang yang nyari itu buku SH, sial beut.. Judulnya Petualangan Sherlock Holmes dengan cover buku berwarna biru kucel dan skets SH, pengarangnya aja kagak tau, karena sekilas pandang dan it's the last book man.. Biar nggak ngerasa kecewa atau gagal, tanya deh sama Mas Fey, secara doi memang suka novel berbahasa asing dan disini adalah surganya para sastra asing. Habis minta referensi buku biar di cariin, seperti Never Let Me Go (by Kazuo Ishiguro), Are you there God? It's me Margaret (by Judy Blume), Snow Crash (by Neal Stephenson), dan White Teeth (by Zadie Smith).

Buku yang gagal diraih, tapi lebih kucel sih

Sayangnya, semua judul itu nggak dapet, tapi ada lima buku yang berhasil di bawa pulang. Yang pastinya nggak mungkin kebaca karena sebuah buku novel aja berjudul "Insecta Langit" karya mbak R dari Malang yang dibeli tahun 2006 aja masih nyampe Bab 2, dan sekarang bukunya hilang.. Hehehe...

Kelima buku itu antara lain :


"Hickory Dickory Death" by Agatha Christie (1973)
"Man and Superman" by George Bernard Shaw (1965)
"a Long Line of Dead Men" by Lawrence Block (1996)
"Winterflight" by Joseph Bayly (1984)
"a Season of Fear" by Abraham Polonsky (1960)

Lanjut, kita menyelesaikan etape terakhir, mudah-mudahan nggak ada gangguan lagi dijalan karena lampu digital jam membentuk angka 1015.. ada 45 menit lagi ke garis finish.


Karnaval Ramadhan

Owh sial, banyak bis parkir yang memacetkan jalan di sekitar Jalan Merdeka Selatan. Isinya rombongan PKS dari DKI Jakarta dan Sekitarnya. Buat yang satu ini nggak banyak cincong, masalahnya hawa Pemilu Presiden tahun 2014 tinggal beberapa bulan lagi dan ini akan menjadi materi yang sedikit sensitip.

Beruntungnya acara cepet bubar dan lanjut lari ke St. Gambir.


Note: Aku nggak ikut konvoi, parade, apalagi ikut umbar janji. Cuma nikmatin tari Saman dari DI. Aceh Darussalam.

Cuma nikmatin tari Saman dari DI. Aceh Darussalam.


Akhirnya St. Gambir

Nggak perlu banyak cerita, karena kalian pasti tau, masuk - ke loket - tuker tiket - pulang.
Hal sederhana itu pun juga ternyata ada aja cobaannya. Loket penukaran tiket yang biasanya si bilik Selatan itu dipindah ke bilik Utara. Antrian masuk bis Trans Jakarta hampir membludag keluar halte Gambir 2, dan Metromini P15 kagak juga ada yang lewat-lewat.

Dengan megangin perut kiri, kerasa suduk'en. Jalan perlahan dari Medan Merdeka Timur ke Medan Merdeka Barat, buat mempersingkat masuk ke dalam hiruk pikuknya konvoi dan tebak saja, gerbangnya ditutup.

Pasrah jalan ke Halte Trans Bank Indonesia buat balik ke kandang.

Semoga hari minggumu nggak berakhir sepertiku.

Jumat, Juni 14, 2013

Indonesia's Green Canyon | Cukang Taneuh

Ini bukan tentang ulasan Green Canyon di daerah Teluk New Mexico. Tetapi tentang Green Canyon di Kabupaten Ciamis, dekat Pangandaran , Jawa Barat , Indonesia. [[Lihat di Google Map : -7.734817,108.441657]].

Weekend lalu (25/05), pertama kalinya journey di Taneuh Sunda (selain touring geje ala motor "gede"). Setelah blusukan di Jakarta, menapak Semeru, camping di Yogyakarta.


Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari kota Ciamis berjarak sekitar 130 kilometer atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Jalur ini cocok untuk penggila off road. Kenapa tidak, sepanjang perjalanan banyak menghadapi berbagai macam rintangan, mulai dari bis hingga ranjau bekas truk pengankut barang tambang pasir besi. Sejatinya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 60 menit, bisa-bisa menjadi tiga kali lebih lama waktu perjalannya.



#Green #Destination #Igers #Instadonesia #Indonesia #Instaphoto #Indtravel #River #Outbond #Landscape #Java #Cave #Tourism #Trip #Travel #WestJava

Buat anda yang tidak begitu suka off road, alternatif lainnya naik pesawat terbang perintis dari (misalnya) Bandara Halim Perdana Kusuma ke Bandara Nusawiru, di pesisir pantai Pangandaran dengan lama perjalannya sekitar 60 menit. begitu turun di bandara dan lanjut ke Green Canyon perlu waktu 15 menit, karena jalannya semulus kerak telor.

Begitu sampai, kita akan disambut yang "tak" kira sebuah terminal, ternyata halaman parkir. Isinya bis doang, serius.. Hanya menyebrang jalan kita siap untuk berwisata, sebab banyak kapal nelayan bercadik siap mengantarkan ke lokasi tujuan. Tidak tanggung-tanggung, buat naik kapal harus pakai kartu macam e-KTP lengkap dengan nomor antrian seharga IDR 125.000 (saat itu). Seberuntung-beruntungnya anda menang lotre tidak akan seberuntung turis yang ditemani seorang tour guide yang menyenangkan. Kebetulan saja kita Sang Pengunjung malah yang menemani tour guide nya berekreasi. Hahaha... (-___-!l)

Bayangkan saja dari tarif personal diatas kapal untuk menikmati "lebih" dari yang ada, gosipnya dikenai biaya mahal IDR 100.000 per orang yang mau renang dan menikmati water outbound. Padahal kapal yang saya naiki itu dengan sedikit nego mau menemani dengan tarif IDR 150.000 per jam permainan. Tentu tawaran yang bagus bukan? Padahal ada beberapa yang katanya menyarankan untuk tidak berenang karena antrian yang panjang.

Sepanjang mengarungi kali Cijulang yang berwarna hijau toska, kita akan disuguh pemandangan ala hutan hujan tropis seperti di film Anaconda. Dengan semak belukar dan tanaman rambat yang menggantung di atas pohon, semakin lama mengarungi sungai kita akan melihat tebing batuan karbonat yang mulai menjulang dan menyempit. Sayangnya, saat itu terlihat tak terawat dari sampah botol plastik yang terapung di bibir sungai.



Makin ke dalam . . . makin privite . . .

Green Canyon ini hampir tak pernah sepi pengunjung. Karena macet pun tak hanya di jalan-jalan protokol ataupun di jalan tol yang katanya bebas hambatan. Di kali ini pun kita harus rela bermacet-macet ria karena jalur sungainya menyempit dan harus menghindari Stalactite (kerucut karbonat di atas).


Sebelum basah, kita dikasih pelampung (doang), selanjutnya tinggal ikut pemandu.

Saat seperti ini yang paling gatel buat penghobi photography, ajiib boz landscape-nya. So pasti siapkan baju ganti, kalo nggak bawa buka aja bajunya, masuk angin mah urusan belakangan. Hahaha...
Segala jenis kamera anti air merupakan senjata wajib buat hunting kayak beginian. Yang lain semisal tas atau dompet di titipin aja di kapal. Beres kan..? Hehe..
Iya, satu hal yang nggak kalah penting, NYALI loo hsrus sempurna.. Karena kita akan loncat dari Stalagmite (kerucut karbonat di bawah) yang bentuknya mirip raja ubur-ubur di film Sponge Bob. Tingginya saya taksir 8 meter.. Dijamin seru!


Arus sungainya lumayan deras, karena awalnya kita akan berenang melawan arus kuat ini (apalagi setelah hujan) ke spot arus puncak untuk memulai body rafting. Body rafting atau menghanyutkan diri dari arah hulu dan mengapung mengikuti arus Sungai Cijulang dan dibuai oleh keindahan tebing-tebing setinggi 20-30 meter.


Dengan pemandangan tebing-tebing dari lapisan karbonat exsitu, atau yang dikenal sebagai Formasi Parigi ini dan bernaung pepohonan rindang yang mengapit Sungai Cijulang ini memiliki nama asli Cukang Taneuh atau jembatan tanah. Nama ini berasal dari satu bagian tebing di hilir sungai yang menyatu sehingga tampak seperti jembatan. Jaminan pasti ketagihan, apalagi saat lompat.. Mantabh...
Lapangan parkir Bis a.k.a Terminal
hujan lokal

traffic jam
Formasi Parigi
Rombongan habis Body Rafting
Ndeso . . Adus na kali -___-"

Reference: Detik.com, dan Pengalaman Pribadi, fotonya juga koleksi sendiri:)

Kamis, Mei 30, 2013

Sembilan Puluh Menit Mencari "A"


Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan / fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. [Wikipedia]

Tidak kerasa, udah setahun berlalu saat dibantai habis-habisan dalam sidang skripsi. Butuh waktu untuk menghilangkan trauma Perang Dunia II untuk menulis coretan ini. Cukup lah membuat panik seantero kampus, gara-gara ruang sidang berpindah-pindah dan akhirnya diundur 30 menit hingga semua bapak-bapak penguji dan pembimbing pun mau tidak mau ya harus dijemput. Kejadian yang kayak gini ini nih yang biasanya sering terjadi dan bakal menurunkan kosentrasi saat menjawab pertanyaan *alasan.

. . .

Dengan bertemakan Inversi Seismik, katanya bolg tetangga sih merupakan tema skripsi sejuta umat geofisika. Udah gitu penentuan dosen pembimbing pun random kelas kakap akibat kegalauan ditinggal separoh lebih jumlah angkatan pada merantau buat ngolah data skripsi, lah guwa kapan? Niat pun terbulatkan hari itu juga, pokoknya dosen yang ketemu hari itu adalah Dosen Pembimbing. Mungkin karena terlalu high level gitu, dosen pada nggak ada di biliknya. mau dong downgrade ke level 2. Malah ketemu Sang Profeseor (bukan trilogi dari Sang Pencerah dan Sang Kyai) di ruang Jurusan. Entah kenapa waktu tanya seputar judul skripsi, Pak-e nyeletuk tentang Inversi. Mau nggak mau ya harus kenalan dulu dong sama makhluk ini. Caranya bikin proposal plus berkunjung ke perpustakaan, tempat nge-game terbaik sekampus mipa. Heuheuheu..

Nggak cuman itu aja, pengembangan judul penelitian bergerak kearah persebaran porositas. Jelas kalau yang satu ini, sebab hampir semua contoh judul skripsi yang sudah-sudah pasti membahas soal pori batuan dan yang membedakan hanya lapangan penelitiannya saja. Misalnya si A neliti di lapangan badminton, esok si B neliti di lapangan Banteng, lusanya si C neliti di lapangan klebengan. Yakin kalu setelah ini, banyak angkatan muda akan menyusul jejak-jejak peneliti pori. Hehe..

Kalau penerapannya, andai bisa dan paham betul, pengerjaan skripsi nggak sampai sebulan untuk pengolahan dan pembuatan laporan ndak sampai waktu seminggu. Sayangnya untuk proses awal yaitu well-seismic tie harus dipahami benar-benar model geologi daerah penelitian, termasuk stratigrafi dan tektoniknya. Sebelum paham yang begituan, harus bisa interpretasi data gravity di daerah tersebut. Ini pengaruh sama picking horizon yang dibuat. Ini kesulitan dalam pengerjaannya dan salah satu hal yang ditanyakan oleh Penguji II.

Di tempat pengambilan data, judul pun diubah sedikit oleh pembimbing lapangan. Dengan penambahan pengolahan data ke persebaran permeabilitas. Teruz, mulai dari mana belajarnya ini? Tertolong awalnya oleh paper (semacam hasil penelitian yang dibungkus dalam beberapa lembar kertas) dari pembimbing kampus, hanya saja di lapangan ndak ada data tambahan. "Modar, njuk piye iki dirampungke? Fismat wae ra mudeng njuk jaluk nurunke rumus."

Mualesi banget tho kalau nemuin penurunan rumus macam cacing upacara. Mbah google aja awalnya terlihat mengalami kesuliatan yang berarti buat bantu mencarikan solusi. Sesaat kemudian, mulutnya ,ulai komat-kamit baca mantra, segelas air kembang diminum dan di sembur.. Macam Dangdut Sagita lagi nyanyiin lagu Mbah Dukunnya Alam. Tiba-tiba bumi goncang-gancing, langit kelap-kelip, muncul dari dalam tanah dengan serangkaian paper dalam satu situs, dan Eureka! ditemukannya sebuah equation porositas dan permeabilitas dalam formasi yang sama dan dalam lapangan penelitian yang sama, yang spektakuler, sumur yang dipakai juga sama. Tiga kata kunci ini yang menolong pengolahan data yang waktunya tinggal seminggu (tujuh hari kerja).

Punya pembimbing yang sama seperti Bung Sony, seorang profesor pun ternyata bukan jaminan lolos dari jeratan soal yang bisa bikin kepala pecah. Apalagi dalam menghadapi dua orang penguji yang salah satunya adalah seorang profesor. Melontarkan sebuah pertanyaan ringan, tapi mematikan :

"Dari hasil penelitian saudara, apa maksud dari angka yang tercantum dalam sekian miliDarcy?"

Krik, krik, krik, . . .
Habis sudah, dengan dua soal makna nilai, ditambah penjabaran geologi regional plus teknis software. Salah persiapan nih kayaknya. Satu lagi pertanyaan serangan dari pembimbing sendiri :

"Penjelasannya pernah saya jabarkan dalam perkuliahan saya, apakah saudara mendengarkan waktu itu?"

Wuuaaaa... Bagaimana ya pak, jujur saya ndak ambil kelas bapak. Waktu itu jatah sks saya tidak mencukupi untuk mengikuti kelas bapak (red: Fisika Batuan + Mekanika Batuan), adanya saya belajar seperti naik bis SUMBER-K****** yang notabennya lebih cepat dari bis PATAS AKAP, dari teman-teman junior waktu membahas skripsi ini.

. . .

Yaa sudahlah, toh pengalaman perkuliahan lima tahun juga ditentukan dalam waktu 90 menit. Tidak jauh beda dengan Ujian Nasional yang ditentukan dalam tiga hari. Kalau tidak seperti itu, mana tau kita dengan pertanggungjawaban ilmu yang telah didapat semasa proses belajar-mengajar.

Kenangan seperti ini yang membuat rindu akan kericuhan kampus.

Suasana Sidang Gue (Thx for Sneezers sudah direview)

Rabu, Januari 25, 2012

Finally.. PTW closed | PEMPEK yes | KERJA luar biasa!

Agak langka untuk satu pengalaman ini. Biasa berkutat akuisisi data dengan yang namanya hutan rimba, kebun, sawah, rawa, dan segala tempat yang memang jarang tersentuh oleh umat manusia. Ternyata bertarung dengan birokrasi yang berbelit-belit.. Ada MCU lah, HSE training, permit kerja, personal Safety, bla bla bla... (saking banyaknya sampe nggak bisa disebutin..). Emang sih niatnya baik, karena ini perusahaan (sebut saja Kopi) punya target Zero Accident tiap tahunnya.. Keren yaa tapi nggak juga lebay kali..

Hari jumat lalu terasa ketiban durian jatuh, sakit kena durinya, tapi enak isi buahnya, hahahaha.. Bagaimana nggak, tiba-tiba ditelpon buat nggantiin personel survey yang terpaksa nggak bisa ikut karena ada acara kampus yang pastinya nggak bisa digantiin, apalagi kalo bukan eFGeA, yang tahun ini live from Kelud. Kok jadi omongin eFGeA sih, kembali ke awal *gaya Tukul...

Beberapa hari sebelumnya, cek semua peralatan yang harus dibawa. Yang lebih penting ternyata, Gw baru tau kalo sebelum ngerjain hal-hal kayak proyek ini wajib melakukan simulasi di lapangan. Emang sih nggak jauh beda dari STMJ biasanya, kos banyak hal yang harus dipertimbangkan buat akusisi besok di field. Terlebih lagi hal kayak gini tuh suatu hal yang baru dan cocok buat judul skripsi. "Magnetik untuk Industri". Fokus survey pada posisi pipa yang tertanam didalam tanah, pada field stasiun "pengepul" minyak. Otomatis semua pipa minyak yang dikirim dari Rig, "tumpek bleg dadi siji disini.
Bandara "Sultan Mahmud Badarudin II"
Turun dari maskapai Singa, kami harus apel ke tempat Pak Boz. Cek lagi semua yang kudu dibawa, dan mikirin gimana caranya bawa. Ya baguslah, biar besok nggak kerasa ribet. Setelahnya, muncul kejutan-kejutan yang sebelumnya belum pernah dipikirkan, nggak diminta, dan lebih dari cukup. Dibawalah ke sebuah hotel berbintang yang tampak keren dengan maskot rumah gadangnya. Dengan akses luar biasa ribet, sampailah pada lantai 4 dengan tulisan Executive Floor.. Wow, metu "ndesone"..
Executive Floor
Terminal 1
Tim
Duren Party :)
Finally Closed
Sampai di tanah rantau. Bertemulah dengan tim Soil dari perusahaan lain yang nantinya kami akan bekerjasama untuk target yang di tekankan oleh perusahaan Kopi itu ~~~~
Biar nggak kebanyakan kertas, kita fokusin aja ke jalan-jalannya aja dah dari pada kerja. Soalnya udah tempatnya mirip lapangan, nggak ada pohon, rawa, pas cuaca panas, deket katulistiwa. Eh.. dibawahnya ada minyak.. Gosong sudah... Tapi malamnya, kita pesta duren, sate kambing, nasi padang, tambah lagi rootbeer.. Mantap sudah...
Usai kerjaan akusisi di lapangan, kita pamitan sama yang punya tempat. Langsung berangkat ke kota Pempek dengan iring-iringan kendaraan berat. Karna waktu itu kita berangkat jam 5 pagi, jalan pastinya terasa laksana jalan tol dengan waktu tempuh 3 jam perjalanan (udah kayak Yogya - Solo PP aja). Padahal kemarin nih pas berangkat ke site dari Palembang kerasa jenuh, dari jam 1 siang nyampe di mess jam 7 sore. Berart ada dua kali lipat lamanya perjalanan (padahal Yogya - Surabaya kalo naik kereta biasa 6 jam).  Ckckck....

Di Palembang, mampir ke istananya Kris, teman satu tim ini ternyata punya rumah dua lantai diatas bukit dengan dua kolam yang mana salah satunya ada air terjun yang selalu gemericik terhempas angin gunung. Kalau jendela dan pintu di buka, dinginnya AC terasa sejuk. Teduh di halaman depan banyak pepohonan yang rindang (menurut admin, ini rumah udah mirip vila-vila di daerah Batu Malang, 11-12 mepet dikit)
#fakta

  1. Palembang dataran rendah, tapi rumahnya Kris memang diatas bukit.
  2. Udaranya sejuk, waktu bertamu memang lagi mendung.
  3. Ada dua KOLAM ikan dan AIR TERJUN mini.
  4. AC itu Angin Cepoi-cepoi.
  5. Pepohonan Rindang, saking rindangnya muat masuk kedalam pot (sebagian sih)

Istirahat sejenak, dan Ibadah Jum'at (karna hari itu Jum'at) adalah yang kami lakukan begitu sampai di istananya Kris. Hingga pada akhirnya, waktu mengharuskan kami untuk Pergi jalan-jalan ke kota.. *asyik jalan-jalan juga akhirnya*

Salah satu tempat yang jadi incaran adalah kompleks Stadion Jakabaring. Stadion ini menjadi saksi bisu kemenangan Indonesia di kanca pesta Olah Raga se-Asean. Komplek ini benar-benar besar, sayangnya karena masih terbilang baru, hawa udara yang terhembuskan oleh angin tergolong panas.
Kawasan Jakabaring
Beberapa tempat yang menjadi incaran tetap nomor satu, Jembatan Ampera yang jadi icon kota Palembang ini. Unik, soalnya yang admin tau ih ya, yang namanya jembatan tuh kebanyakan kalau terbelah, terangkat ke samping. Tapi untuk jembatan ini, lewat diatasnya saja tidak kelihatan dimana belahan tengahnya (pikirane sing resik lho yo ne moco). Eh, ternyata ini jembatan terangkat keatas.. Woow..
Me with Ampera
Menara Masjid Agung
Jendela Masjid
Satu lagi, Masjid Agung Kota Palembang ini juga unik. Dari sekian banyaknya masjid Agung di Indonesia, cuma ini yang tidak berKubah layaknya masjid pada umumnya. Masih juga ada hiasan ala kuil-kuil cina, padahal ini masjid Agung. Kata orang dulu, Sumatra Selatan merupakan tempat bersinggahnya para pedagang asal Cina dan Arab, mereka masuk ke dalam kota melalui sungai besar yang meliuk layaknya naga. Yap, sungai Musi yang berhiaskan jembatan Ampera diatasnya. Budaya inilah yang menyebabkan masjid tua di kota Palembang mempunyai ciri khas yang beda dari masjid Agung lainnya di Indonesia. Misalkan nih, masjid yang berwarna hijau-putih itu di cat dengan warna merah-kuning akan terlihat menyerupai Klenteng. BELIEVE it or NOT.

Teman Perjalanan Pulang :3
Bertolak dari Palembang ke Jakarta, kami diantarkan oleh hujan lebat 1 menit. Nggak lama tapi memang hujan ini yang menemani perjalanan kami selanjutnya. Di Bandara SoeTa, kami transit untuk melanjutkan perjalanan ke Jogja dan harus berpisah dengan Boz besar kami, yang merawat dan menjaga kami selama 10 hari di lapangan, semua orang yang dekat dengan beliau pasti menganggapnya sudah seperti Bapak sendiri. Karna waktu tunggu 4 jam menuju boarding selanjutnya. Kami bermain billiard @ Havana Lounge di Bandara Soeta. Lumayan sambil menghilangkan bosan, aku dan Kris main sampai puas.. Hahaha.. Benar sudah kataku, boarding dari Jakarta ditemani hujan angin. Sampai-sampai terkena delay padahal cuma 15 menit, agak lama "dikit" dari Palembang yang cuma 1 menit :p dan kedatangan kami di Yogyakarta di sambut dengan hujan badai. Kali ini lebih parah, begitu landing, yang semula cuma gerimis jadi badai angin. Semua yang didalam jadi nggak karuan, kan nggak bisa turun dari pesawat. Harusnya sih bandara yang sudah dikatagorikan Bandara bertaraf Internasional tuh segera buat apa kek yang bisa menghindari hujan masuk ke dalam pesawat. Kasian juga sih kalo sampai-sampai pramugarinya ngepel lantai pesawat. Hehehe... :p
Playing Billiard
I'll Go Home Safely

Jumat, September 09, 2011

Nasi Jagung VS Talas Bakar

Hari yang dinanti telah tiba, pelaksanaan program kami untuk pertamakalinya dimulai. Kami berempat (Aku Yudha; Ismail; Tiel; Ozi) harus membantu pemasangan jalur pipa air dari penampungan utama ke rumah penduduk. Loksasinya berada di utara dusun Besuki. Kami berangkat dengan tiga motor butut dan ditemani seorang ketum Karangtaruna tempat KKN kami berada (Maz Eko). Mau tak mau harus melewati jalan bebatuan dan turunan yang tajam, sesekali keluar jalan dan menelusuri jalan setapak dipinggir jurang yang tidak dalam.

Terparkir rapi motor kami di kebun apel yang tak jauh dari tempat pemasangan pipa. Sesampainya, kami menanam pipa yang sejajar dengan badan sungai dan jalur pipa lama yang agak berkarat. Hebatnya, proyek ½ jadi ini hanya dilakukan beberapa warga lansia. Walaupun begitu, mereka terlihat sigap, kuat, dan cekatan.

Jarum jam menunjukkan angka 9, dan pekerjaan ini terlihat rapi. Kami diajak bapak-bapak tangguh ini untuk menikmati bekal yang dibawanya dari rumah. Diambilnya 4 tangkai daun pisang, ditatanya dengan rapi. Sebagian lagi membongkar tas dan mengeluarkan 4 macam bungkusan nasi, dibukanya dan diletakkan diatas alas daun pisang. Nasi jagung dan nasi putih, dengan lauk sederhana ikan pindang, tahu, dan tempe goreng tiba-tiba muncul dan siap untuk disantap. Tak lupa cuci tangan dan berdoa, Tiel malu tapi mau untuk memulai lahapan pertamanya. Bapak-bapak lainnya pun ikut makan dengan suasana penuh canda tawa.
Makan Besar
Sesudahnya, kami ingat satu hal bahwa posisi pemasangan pipa ini dekat dengan sungai. Penasaran, seperti apa sih sungai yang membelah dusun ini. Kami coba pergi ketepian sambil menikmati pemandangannya. Mas Eko, malah sibuk mencari kayu bakar untuk membakar Talas (sejenis umbi-umbian) untuk kami. Sambil menunggu Talas matang, kami memutuskan untuk menguji suhu air sungai dengan syarat semua jenis kamera dalam keadaan mati dan tidak ada prosesi pengambilan gambar.
Byuurr...
Air jernih ini ternyata dingin dan berarus deras, nyaris saja tubuhku yang kurus ini terseret arus. Hehehe.. J

Semakin lama kok terasa semakin dingin ini air. Aku puruskan untuk keluar dan menghangatkan badan, sambil memakan talas bakar yang sudah matang.
Lagi dan Lagi
Saking asyiknya, jam menunjuk angka 11. Lupa, hari itu Jum’at. Lekas sudah kami bergeas pulang untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Jum'at,  8 Juli 2011

Senin, April 04, 2011

[Eps. KickAndy] Inovasi Terbaik Anak Negri

Jumat, 01 April 2011, pukul 21.30 WIB. Jangan ragukan kreativitas anak muda di negeri ini. Karena Kick Andy masih menemukan banyak diantara mereka yang sangat kreatif dan inovatif. Meski dengan innovasi sederhana, tapi banyak anak muda yang berkarya dan mencipta berbagai alat-alat kebutuhan sehari-hari menjadi unik, multi fungsi, dan simple. Kick Andy membawakan beberapa inovasi pilihan hasil Djarum Black Innovation Award atau yang dikenal dengan BIA dari tahun-tahun sebelumnya, 2007 hingga sekarang 2011. Beberapa diantaranya


Dua anak muda yang memiliki ide untuk me-multifungsikan sebuah tas. Yang pertama ada Achmad Fadilah asal Bandung, yang mengkreasikan travel bag menjadi sebuah “trafellow”.
Trafellow
Saat berada di terminal, stasiun atau airport sekalipun, pastilah menjengkelkan bila Anda tidak kebagian tempat duduk untuk menunggu waktu keberangkatan tiba. Dengan Trafellow, Anda selalu punya kursi lipat pribadi yang menyatu dalam tas perjalanan Anda. Trafellow merupakan pelengkap pintar dalam bepergian karena bisa disandang di bahu maupun ditarik dengan roda, lengkap dengan kursi lipatnya yang siap menemani Anda kemana saja
Trafellow membantu orang yang memiliki hambatan kenyamanan saat bepergian. Misalnya saat menunggu keberangkatan yang terlambat, atau tidak kebagian duduk di ruan tunggu. Karena tas ini selain berfungsi sebagai pembawa barang, juga punya fasilitas untuk bisa menjadi tempat duduk yang nyaman.
Dan bagi yang tak suka diam saat menunggu, terutama bagi mereka yang tak ingin melewatkan saat berolahraga, Dwi prasetya punya ransel yang mengasyikan.
Body Fit Bag
Dwi telah mengkreasi sebuah ransel sebagai “Body Fit Bag”. Ini adalah tas olah raga yang berfungsi sebagai alat beban untuk melatih pembentukan otot dalam tubuh. Body Fit Bag juga dijadikan alat olahraga disaat tertentu, misalnya saat bepergian, sekaligus sebagai tas barang bawaan. Tas ransel ini bisa digunakan sebagai alat latihan memperkuat otot tangan, dada, bahu, punggung, kaki dan otot lainnya.
Ide Tas kebugaran saya buat dengan tujuan agar siapapun atau masyarakat yang ingin atau tidak ada waktu banyak untuk pergi berolahraga di luar rumah seperti fitnes, senam atau olahraga lain yang berhubungan dengan kebugaran tubuh pada umumnya dan kekuatan otot pada khususnya. Tas kebugaran ini selintas terlihat seperti biasa tas-tas punggung pada umumnya, namun kalo diamati secara detail akan terdapat perbedaannya, seperti pada pegangan untuk mengangkat tas terlihat ada di setiap sisi tas tersebut. Mulai dari pegangan untuk atas, atas kanan, atas kiri, kanan, kiri, depan dan belakang tas. Tas dengan berbagai pegangan ini tidak semata-mata aksen estetika, namun memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk kita yang akan melakukan kebugaran di rumah atau lebih tepatnya fitnes. Tas kebugaran ini nantinya akan dilengkapi dengan buku panduan kebugaran juga, dimana sebagai informasi kegunaan dari tiap-tiap gerakan yang benar dengan menggunakan tas tersebut sebagai beban (dumbbell, barbell, alat-alat fitness lainnya) atau alat kebugaran otot tubuh manusia. Untuk menghasilkan beban yang kita inginkan dari yang ringan hingga berat, kita bisa menggunakan buku-buku, koran-koran bekas yang ada di sekitar kita (rumah) untuk kemudian dimasukkan kedalam tas tersebut untuk sebagai pengganti beban dari besi atau pemberat seperti di tempat-tempat fitnes pada umumnya.
Ketika banyak orang punya masalah saat menulis, maka Jatmiko Rinto Wahyudi punya solusi untuk menyelesaikannya.
Write Mover
Jatmiko sudah menciptakan “Write Mover”, sebuah alat bantu dengan bola rotali yang terdapat dibawahnya dapat membantu kita untuk dapat menulis dengan rapi, lurus, dan membantu tangan kita bergerak lincah secara horizontal.
Alat ini, juga bisa berguna untuk menghindari rusaknya tulisan akibat gesekan tangan, dan menghindari rusaknya kertas akibat keringat.
Sementara bagi mereka yang punya masalah telat bangun tidur, Didi Prasetya membuat sebuah inovasi baru, yang memungkinkan orang bisa bangun tepat waktu, innovasi ini ia sebut sebagai “Vibre”.
Vibre
Vibre diciptakan bagi Anda yang sulit bangun tidur. Alarm Vibre terbagi dalam dua bagian: Vibre sebagai bagian pengaktif sekaligus jam yang dilekatkan diujung bantal, dan 4 buah Vibra Point yang ditempelkan di bawah bantal. Getarannya yang terjadi karena arus bluetooth dari Vibre ke Vibra Point yang tak menimbulkan radiasi, akan langsung membangunkan Anda. Vibre juga bisa merekam berbagai suara akrab yang mampu membangunkan Anda. Begitu Anda terbangun, dengan menekan sembarang tombol Vibre maka lampu jam akan menyala. Anda bisa tahu jam berapa Anda bangun sekalipun lampu kamar masih padam
Vibre yang didesain menyerupai alarm ini, terbagi dalam dua bagian. Selain sebagai pengaktif, Vibre sekaligus sebagai jam yang dapat dilekatkan dengan dibantu 4 buah vibra point yang ditempelkan di bawah bantal. Getaran yang terjadi karena arus bluetoothdari vibre ke vibra point tidak menimbulkan radiasi langsung membangunkan anda. Vibre juga bisa merekam berbagai suara akrab yang mampu membangunkan tidur anda.
Kreasi lainnya, ada dua inovasi menarik karya dua pemuda dan didedikasikan untuk mereka yang masih mencuci secara manual. Yang pertama ada alat bernama “Capres”, tentu maksudnya bukan calon presiden, tapi istilah lain dari cape meres. Menurut Good Rindo, ini adalah sebuah solusi bagi masalah sulitnya memeras cucian, terutama yang berbahan tebal.
CaPres
Tak sedikit masyarakat memilih mencuci pakaiannya dengan mengucek pakaian tersebut dibanding  mencucinya menggunakan bros pakaian dengan alasan jenis pakaian tertentu dapat rusak karena sikat bros yang kasar. Sehingga pilihan mencuci dengan mengucek pada landasan cuci yang bergerigi menjadi andalan. Alat ini dinamakan CapRes merupakan singkatan dari Capek Meres, ini di ambil dari kelebihan fungsi alat ini selain sebagai alat mencuci pakaian alat ini dapat mengatasi masalah memeras pakaian, ini terinspirasi dari kegiatan rutin mencuci sehari- hari berbagai macam jenis pakaian berat membuat memeras pakain menjadi sulit  seperti: handuk, spray alas tidur yang panjang, kain, jeans, dsb. Sehingga dengan adanya alat ini dapat mengatasi hal semacam itu.
Alat ini telah menyediakan tiang yang disebut copras, sehingga pengguna. Tinggal memutar pakaian yang gantungkan di copras tersebut, kemudian diperas. Selain desain yang argonomis, capres juga dilengkapi dengan pondasi untuk pijakan saat memeras, sehingga bentuk miringnya, diyakini memudahkan penggunanya dalam mencuci.
Masih urusan dalam mencuci, seorang pemuda asal Bandung, Muhammad Ramdhan menawarkan alat bantu jemur sangat fleksibel.
Saat musim yang semakin tidak menentu. Hujan dan panas pun seringkali datang tanpa tanda, maka untuk menyelamatkan jemuran dari hujan ada alat baru bernama “Pakayung”.
Pakayung
Fenomena perubahan iklim semakin dapat dirasakan dewasa ini.perubahan cuaca yang tiba-tiba (seperti panas tiba-tiba hujan dan sebaliknya) cukup mempengaruhi pola hidup dalam masyarakat, tak terkecuali di Indonesia.
Dalam masalah tentang pengeringan (jemuran) pakaian,hal ini cukup mengganggu proses pengeringan pakaian. Cuaca panas terik yang cocok untuk proses ini dapat langsung berubah tiba-tiba hujan dan ini mengakibatkan proses pengeringan pakaian mengalami hambatan.

Dari fenomena ini maka terciptalah ide pembuatan 'PAKAYUNG' yaitu sarana untuk melindungi pakaian saat proses pengeringan (penjemuran) pakaian. Perlindungan pakayung melindungi dari segala jenis cuaca panas dan hujan, hal ini memungkinkan kita akan tenang saat meninggalkan jemuran di rumah. Bentuk pakayung sendiri terinspirasi dari bentuk payung, yang mempunyai fungsi hampir sama dengan 'PAKAYUNG' yaitu melindungi diri kita dari terik panas dan hujan. Saat sebelum digunakan pakayung mempunyai ukuran yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Penggunaanya juga simple hanya membuka resleting untuk menggunakanya. 


Dan ada dua anak muda lain yang memiliki kreasi unik. Mereka menunjukkan caranya untuk mengatasi kebosanan.
Dari seringnya merasa bosan saat duduk menunggu tanpa aktivitas, Maka Rudi Hardianto menciptakan sebuah bangku yang bisa juga berubah fungsi menjadi sebuah meja. Dengan meja inilah kita dapat bermain bersama, seperti bermain catur, dan halma.
Sebagai seorang disainer produk, Rudi yang finalis 20 besar black innovation awards 2008 ini, ingin menciptakan suatu alat di mana para penggunanya dapat saling berinteraksi satu sama lain, maka terciptalah yang diberinama “Ayoma 2” ini.
Ayoma 2
Sementara itu, Yeremia Yordan Bijaksana mengkreasi gitarnya menjadi unik dan berfungsi lebih maksimal. Ia mengkreasi sebuah alat tambahan di gitar yang disebutnya dengan “Loose Guitar”.
Umumnya sebuah gitar memiliki sebanyak enam dawai, tetapi tidak dengan Loose Guitar ini ada tambahan sebanyak 12 dawai maka gitar dapat dimainkan dengan 18 dawai sekaligus. Bahkan tujuh dawai tambahannya, memiliki nada-nada baru yang tidak terdapat dalam struktur dawai sebuah gitar.
Loose Guitar
Kreasi Yeremia ini menang sebagai juara favorit dalam ajang Black Innovation Awards 2010. 
Sumber: KickAndy dan Blackxperience