Itulah pesan kecil yang dia kirimkan Jum'at ini melalui app chat messenger pukul 8.11 WIB.
Aku tersenyum tipis membaca pesan dari kekasihku, yang saat ini berada di Klaten. Aku berdoa pada-Nya agar ia dilapangkan rizki dan sabar di bulan-bulan terakhir masa kontrak kerjanya. Sungguh aku sangat merindukannya setelah hampir 3 bulan tak jumpa. Aku hanya mampu berkomunikasi di ufuk tidurnya,
sekedar mengucapkan selamat malam. Sekalipun ia jauh, ia selalu menyempatkan mengirimkan pesan dan beberapa doa untuk selalu ikhtihar dan tawakal dalam mencari ridho Allah SWT.
Sudah tertinggal jauh sekiranya dalam urusan akademik, karena dia lulus terlebih dahulu dengan predikat cumlaude dan aku masih berkutat dengan pendalaman materi. Bekerja pun sama tertinggalnya karena hanya sepertiga dari pendapatannya, dengan karirku yang berjalan di tempat.
Bulan ini, tepat setahun yang lalu di wisuda. Sebuah target cita-cita yang terwujud harus melangkah kembali dengan menggendong cita-cita lainnya, menjadi seorang manusia yang sesungguhnya. Kerja apapun asal bisa hidup harus dilakukan.
Namun, sepanjang ini belum ada perubahan nasib.
Wallahu a'lam apa yang tertulis di lauh mahfuzi..
Semangat mengejar cita-cita tidak boleh redup, ibadah dan doa juga tidak boleh ikut larut dalam kesedihan. Percaya, bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubahnya sendiri (QS Ar-ra'd ayat 11) dan tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita. Allahumma amien..
Naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.
"
Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.
Cerita Pertama adalah mengenai rangkaian titik-titik.
Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus
diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa- masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh: Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan. Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.
Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.*Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang*. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya adalah mengenai Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan?
Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana.
Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.
Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.
Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya. Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan?
Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. *Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. *Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama - semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya adalah mengenai Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu - semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal - tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.
Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960- an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang.
Di bawahnya ada kata-kata: “*Stay Hungry. Stay Foolish.*” (Tetaplah merasa Lapar. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.
Jumat, 01 April 2011, pukul 21.30 WIB. Jangan ragukan kreativitas anak muda di negeri ini. Karena Kick Andy masih menemukan banyak diantara mereka yang sangat kreatif dan inovatif. Meski dengan innovasi sederhana, tapi banyak anak muda yang berkarya dan mencipta berbagai alat-alat kebutuhan sehari-hari menjadi unik, multi fungsi, dan simple. Kick Andy membawakan beberapa inovasi pilihan hasil Djarum Black Innovation Award atau yang dikenal dengan BIA dari tahun-tahun sebelumnya, 2007 hingga sekarang 2011. Beberapa diantaranya
Dua anak muda yang memiliki ide untuk me-multifungsikan sebuah tas. Yang pertama ada Achmad Fadilah asal Bandung, yang mengkreasikan travel bag menjadi sebuah “trafellow”.
Trafellow
Saat berada di terminal, stasiun atau airport sekalipun, pastilah menjengkelkan bila Anda tidak kebagian tempat duduk untuk menunggu waktu keberangkatan tiba. Dengan Trafellow, Anda selalu punya kursi lipat pribadi yang menyatu dalam tas perjalanan Anda. Trafellow merupakan pelengkap pintar dalam bepergian karena bisa disandang di bahu maupun ditarik dengan roda, lengkap dengan kursi lipatnya yang siap menemani Anda kemana saja
Trafellow membantu orang yang memiliki hambatan kenyamanan saat bepergian. Misalnya saat menunggu keberangkatan yang terlambat, atau tidak kebagian duduk di ruan tunggu. Karena tas ini selain berfungsi sebagai pembawa barang, juga punya fasilitas untuk bisa menjadi tempat duduk yang nyaman.
Dan bagi yang tak suka diam saat menunggu, terutama bagi mereka yang tak ingin melewatkan saat berolahraga, Dwi prasetya punya ransel yang mengasyikan.
Body Fit Bag
Dwi telah mengkreasi sebuah ransel sebagai “Body Fit Bag”. Ini adalah tas olah raga yang berfungsi sebagai alat beban untuk melatih pembentukan otot dalam tubuh. Body Fit Bag juga dijadikan alat olahraga disaat tertentu, misalnya saat bepergian, sekaligus sebagai tas barang bawaan. Tas ransel ini bisa digunakan sebagai alat latihan memperkuat otot tangan, dada, bahu, punggung, kaki dan otot lainnya.
Ide Tas kebugaran saya buat dengan tujuan agar siapapun atau masyarakat yang ingin atau tidak ada waktu banyak untuk pergi berolahraga di luar rumah seperti fitnes, senam atau olahraga lain yang berhubungan dengan kebugaran tubuh pada umumnya dan kekuatan otot pada khususnya. Tas kebugaran ini selintas terlihat seperti biasa tas-tas punggung pada umumnya, namun kalo diamati secara detail akan terdapat perbedaannya, seperti pada pegangan untuk mengangkat tas terlihat ada di setiap sisi tas tersebut. Mulai dari pegangan untuk atas, atas kanan, atas kiri, kanan, kiri, depan dan belakang tas. Tas dengan berbagai pegangan ini tidak semata-mata aksen estetika, namun memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk kita yang akan melakukan kebugaran di rumah atau lebih tepatnya fitnes. Tas kebugaran ini nantinya akan dilengkapi dengan buku panduan kebugaran juga, dimana sebagai informasi kegunaan dari tiap-tiap gerakan yang benar dengan menggunakan tas tersebut sebagai beban (dumbbell, barbell, alat-alat fitness lainnya) atau alat kebugaran otot tubuh manusia. Untuk menghasilkan beban yang kita inginkan dari yang ringan hingga berat, kita bisa menggunakan buku-buku, koran-koran bekas yang ada di sekitar kita (rumah) untuk kemudian dimasukkan kedalam tas tersebut untuk sebagai pengganti beban dari besi atau pemberat seperti di tempat-tempat fitnes pada umumnya.
Ketika banyak orang punya masalah saat menulis, maka Jatmiko Rinto Wahyudi punya solusi untuk menyelesaikannya.
Write Mover
Jatmiko sudah menciptakan “Write Mover”, sebuah alat bantu dengan bola rotali yang terdapat dibawahnya dapat membantu kita untuk dapat menulis dengan rapi, lurus, dan membantu tangan kita bergerak lincah secara horizontal.
Alat ini, juga bisa berguna untuk menghindari rusaknya tulisan akibat gesekan tangan, dan menghindari rusaknya kertas akibat keringat.
Sementara bagi mereka yang punya masalah telat bangun tidur, Didi Prasetya membuat sebuah inovasi baru, yang memungkinkan orang bisa bangun tepat waktu, innovasi ini ia sebut sebagai “Vibre”.
Vibre
Vibre diciptakan bagi Anda yang sulit bangun tidur. Alarm Vibre terbagi dalam dua bagian: Vibre sebagai bagian pengaktif sekaligus jam yang dilekatkan diujung bantal, dan 4 buah Vibra Point yang ditempelkan di bawah bantal. Getarannya yang terjadi karena arus bluetooth dari Vibre ke Vibra Point yang tak menimbulkan radiasi, akan langsung membangunkan Anda. Vibre juga bisa merekam berbagai suara akrab yang mampu membangunkan Anda. Begitu Anda terbangun, dengan menekan sembarang tombol Vibre maka lampu jam akan menyala. Anda bisa tahu jam berapa Anda bangun sekalipun lampu kamar masih padam
Vibre yang didesain menyerupai alarm ini, terbagi dalam dua bagian. Selain sebagai pengaktif, Vibre sekaligus sebagai jam yang dapat dilekatkan dengan dibantu 4 buah vibra point yang ditempelkan di bawah bantal. Getaran yang terjadi karena arus bluetoothdari vibre ke vibra point tidak menimbulkan radiasi langsung membangunkan anda. Vibre juga bisa merekam berbagai suara akrab yang mampu membangunkan tidur anda.
Kreasi lainnya, ada dua inovasi menarik karya dua pemuda dan didedikasikan untuk mereka yang masih mencuci secara manual. Yang pertama ada alat bernama “Capres”, tentu maksudnya bukan calon presiden, tapi istilah lain dari cape meres. Menurut Good Rindo, ini adalah sebuah solusi bagi masalah sulitnya memeras cucian, terutama yang berbahan tebal.
CaPres
Tak sedikit masyarakat memilih mencuci pakaiannya dengan mengucek pakaian tersebut dibanding mencucinya menggunakan bros pakaian dengan alasan jenis pakaian tertentu dapat rusak karena sikat bros yang kasar. Sehingga pilihan mencuci dengan mengucek pada landasan cuci yang bergerigi menjadi andalan. Alat ini dinamakan CapRes merupakan singkatan dari Capek Meres, ini di ambil dari kelebihan fungsi alat ini selain sebagai alat mencuci pakaian alat ini dapat mengatasi masalah memeras pakaian, ini terinspirasi dari kegiatan rutin mencuci sehari- hari berbagai macam jenis pakaian berat membuat memeras pakain menjadi sulit seperti: handuk, spray alas tidur yang panjang, kain, jeans, dsb. Sehingga dengan adanya alat ini dapat mengatasi hal semacam itu.
Alat ini telah menyediakan tiang yang disebut copras, sehingga pengguna. Tinggal memutar pakaian yang gantungkan di copras tersebut, kemudian diperas. Selain desain yang argonomis, capres juga dilengkapi dengan pondasi untuk pijakan saat memeras, sehingga bentuk miringnya, diyakini memudahkan penggunanya dalam mencuci.
Masih urusan dalam mencuci, seorang pemuda asal Bandung, Muhammad Ramdhan menawarkan alat bantu jemur sangat fleksibel.
Saat musim yang semakin tidak menentu. Hujan dan panas pun seringkali datang tanpa tanda, maka untuk menyelamatkan jemuran dari hujan ada alat baru bernama “Pakayung”.
Pakayung
Fenomena perubahan iklim semakin dapat dirasakan dewasa ini.perubahan cuaca yang tiba-tiba (seperti panas tiba-tiba hujan dan sebaliknya) cukup mempengaruhi pola hidup dalam masyarakat, tak terkecuali di Indonesia.
Dalam masalah tentang pengeringan (jemuran) pakaian,hal ini cukup mengganggu proses pengeringan pakaian. Cuaca panas terik yang cocok untuk proses ini dapat langsung berubah tiba-tiba hujan dan ini mengakibatkan proses pengeringan pakaian mengalami hambatan.
Dari fenomena ini maka terciptalah ide pembuatan 'PAKAYUNG' yaitu sarana untuk melindungi pakaian saat proses pengeringan (penjemuran) pakaian. Perlindungan pakayung melindungi dari segala jenis cuaca panas dan hujan, hal ini memungkinkan kita akan tenang saat meninggalkan jemuran di rumah. Bentuk pakayung sendiri terinspirasi dari bentuk payung, yang mempunyai fungsi hampir sama dengan 'PAKAYUNG' yaitu melindungi diri kita dari terik panas dan hujan. Saat sebelum digunakan pakayung mempunyai ukuran yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Penggunaanya juga simple hanya membuka resleting untuk menggunakanya.
Dan ada dua anak muda lain yang memiliki kreasi unik. Mereka menunjukkan caranya untuk mengatasi kebosanan.
Dari seringnya merasa bosan saat duduk menunggu tanpa aktivitas, Maka Rudi Hardianto menciptakan sebuah bangku yang bisa juga berubah fungsi menjadi sebuah meja. Dengan meja inilah kita dapat bermain bersama, seperti bermain catur, dan halma.
Sebagai seorang disainer produk, Rudi yang finalis 20 besar black innovation awards 2008 ini, ingin menciptakan suatu alat di mana para penggunanya dapat saling berinteraksi satu sama lain, maka terciptalah yang diberinama “Ayoma 2” ini.
Ayoma 2
Sementara itu, Yeremia Yordan Bijaksana mengkreasi gitarnya menjadi unik dan berfungsi lebih maksimal. Ia mengkreasi sebuah alat tambahan di gitar yang disebutnya dengan “Loose Guitar”.
Umumnya sebuah gitar memiliki sebanyak enam dawai, tetapi tidak dengan Loose Guitar ini ada tambahan sebanyak 12 dawai maka gitar dapat dimainkan dengan 18 dawai sekaligus. Bahkan tujuh dawai tambahannya, memiliki nada-nada baru yang tidak terdapat dalam struktur dawai sebuah gitar.
Loose Guitar
Kreasi Yeremia ini menang sebagai juara favorit dalam ajang Black Innovation Awards 2010.
Manusia memang tidak pernah lepas dari khilaf dan dosa. Karena itu, paling tidak untuk mengontrol keseharian kita. Sebagaimana keinginan kita untu "berbuat sebaik-baiknya untuk hari ini."
Pernah mendengar suatu hadits yang bunyinya,
"Celakalah orang yang amalnya lebih jelek dari kemarin, merugilah orang yang amalnya sama dengan kemarin, dan beruntunglah orang yang amalnya lebih baik dari kemarin."
Karena itu, sepatutnya kita berfikir dan menanyakan beberapa pertanyaan untuk diri kita sendiri:
Perbuatan baik apa saja yang sudah Saudara lakukan hari ini?!
Sudahkah Saudara meluruskan niat untuk ikhlas saat akan melakukan perbuatan tersebut?!
Perbuatan buruk apa saya yang sudah Saudara lakukan hari ini?!
Sudahkah Saudara meminta ma'af kepada mereka yang Saudara dzalimi (pada orang lain ataupun pada diri sendiri) ?!
Siapakah tokoh nyata dalam lingkungan Saudara sekarang yang Saudara kagumi dan kiranya patut untuk dicontoh?!
Sudahkah Saudara "seperti" beliau?!
Bila Saudara meninggal saat ini juga, Saudara ingin dikenang seperti apa?!
Insya ALLAH bisa menjadi bahan renungan dan merubahnya menjadi lebih dari sekedar baik.
Kita harus berkomitmen untuk belajar dari kesalahan2 kita di masa lalu, ketimbang menyesalinya kalau tidak kita pasti akan mengulangi kesalahan2 itu di masa mendatang.
Ketika kamu kamu sedang jatuh untuk semntara waktu, ingatlah bahwa tidak ada yang namanya kegagalan dalam kehidupan ini. Yang ada hanyalah HASIL.
Renungkanlah pepatah ini :
Sukses adalah hasil dari pertimbangan yang baik, pertimbangan yang baik adalah hasil dari pengalaman, dan pengalaman itu seringkali hasil dari pertimbangan yang buruk!
Apakah yang telah kamu pelajari dari kesalahan2mu di masa lalu yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kualitas hidupmu...?
berbicara tentang sesosok laki-laki yang mungkin banyak disukai wanita.. hohoho.. dibalik kesederhanaan perilakunya terbesit sebongkah cita-cita yang terpatri tinggi setinggi-tingginya.