Best Entries

Tampilkan postingan dengan label Repost. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Repost. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 09, 2013

Antara Hisab, Rukyat, dan Bulan Sabit

Happy Ramadhan
*Muh. Ma'rufin Sudibyo

KOMPAS.com
 - Dua kata yang kerap muncul tiap kali bulan Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha datang menjelang adalah hisab dan rukyat. Bagi publik, keduanya mungkin dianggap sebagai "biang keladi" utama dalam masalah perbedaan mengawali Ramadhan maupun berhari raya. Sebenarnya, apa sih hisab dan rukyat itu?

Secara harfiah, hisab merupakan perhitungan falak, khususnya terkait elemen-elemen posisi Bulan, baik dalam rupa elemen geometris ataupun fisis. Elemen geometris Bulan berkaitan dengan posisi Bulan di dalam bola langit, baik bola langit ekliptika, ekuatorial maupun horizon.

Dalam khasanah astronomi kontemporer, elemen tersebut dinyatakan sebagai koordinat lintang ekliptika, bujur ekliptika, deklinasi, right ascension ataupun tinggi dan azimuth. Sementara,  elemen fisis terkait dengan sifat-sifat fisis Bulan seperti kecerlangan (magnitudo semu), fase (iluminansi), lebar sabit Bulan, panjang busur sabit Bulan dan nilai kontras Bulan. 

Tinggi dan azimuth menjadi elemen geometris yang paling sering dijumpai, meski bukan yang paling menentukan. Kala kita melayangkan pandangan ke panorama langit dan bumi di sekitar kita, maka di mana pun titik pandang kita di permukaan Bumi, pada galibnya kita sedang memandangi sisi dalam sebuah bola langit.

Ada dua belahan bola langit yang ukurannya sama besar, yakni bola langit atas dan bawah. Batas antara keduanya adalah bidang datar yang berpusat di tempat kita berdiri dan membentang ke segenap penjuru hingga berpotongan dengan bola langit sebagai lingkaran besar. Itulah horizon sejati, atau kaki langit, atau cakrawala.

Saat kita berdiri di pesisir atau lahan datar nan luas tanpa tutupan pepohonan maupun tonjolan bukit, cakrawala dengan mudah diidentifikasi sebagai bidang tempat bertemunya langit dan laut, atau titik pertemuan langit dan daratan nun jauh mata memandang. Apa yang kita saksikan itu sesungguhnya adalah horizon semu. Sementara, horizon sejati sedikit ada di atasnya.

Horizon semu terjadi akibat Bumi kita memiliki selimut udara (atmosfer) tebal dengan sifat optisnya sendiri, sementara posisi kita berdiri selalu memiliki jarak vertikal tertentu terhadap paras air laut rata-rata.

Bulan senantiasa memiliki tinggi dan azimuth yang nilainya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Tinggi Bulan adalah sebuah busur vertikal yang berpangkal di horizon menuju titik zenith (titik puncak bola langit) melintasi Bulan, yang memiliki satuan derajat. Jika Bulan itu tepat berada di horizon, maka tingginya adalah 0 derajat, sebaliknya jika berada di zenith maka tingginya tepat 90 derajat. Azimuth adalah busur mendatar yang ditarik dari arah utara sejati menuju ke timur hingga berujung di titik potong busur tinggi Bulan dengan horizon.

Azimuth setara dengan arah mata angin, namun dinyatakan dalam nilai tertentu yang khas. Misalnya utara, selalu dihargai dengan azimuth 0 atau 360 derajat, sementara timur, selatan dan barat masing-masing berharga 90, 180 dan 270 derajat. Produk dasar hisab pada umumnya adalah data tinggi dan azimuth Bulan serta tinggi dan azimuth Matahari bagi satu titik di Bumi saat Matahari terbenam pasca konjungsi.

Meski dalam kacamata astronomi produk sesungguhnya tak sebatas itu, karena masih terdapat elemen lain yang (sebagian) kurang populer seperti halnya beda tinggi, elongasi, lebar sabit Bulan, panjang busur sabit Bulan, dan nilai kontras.

Adapun, rukyat dimaknai sebagai observasi Bulan, khususnya saat Matahari terbenam pasca konjungsi. Observasi ini tersebut menyasar ada tidaknya busur sabit Bulan yang teramati di tengah lingkungan langit senja yang masih cemerlang bergelimang cahaya.

Rukyat dilakukan dengan atau tanpa bantuan alat bantu optik seperti teleskop/binokuler ataupun instrumen teodolit yang diberdayakan ulang. Di masa kini, penggunaan alat bantu optik lebih ditekankan, terutama untuk memastikan arah pandang mata benar-benar menyasar Bulan yang sesungguhnya. Sebab, dengan kian sedikitnya ahli falak dan meredupnya pengetahuan publik terkait ilmu terkait, terdapat cukup banyak fenomena alamiah/buatan yang sejatinya bukan hilaal namun disangka sebagai hilal.

Dalam beberapa kasus, benda-benda langit seperti Merkurius, Venus, Mars dan Jupiter kerap disangka hilal. Demikian pula sumber-sumber cahaya artifisial nan jauh di batas pandangan mata seperti lampu menara, balon udara, lampu pesawat dan lampu kapal/nelayan. Pada giliran selanjutny,a benda-benda langit artifisial tanpa lampu namun meiliki permukaan mengkilap yang sanggup memantulkan cahaya Matahari seperti stasiun antariksa internasional (ISS) dan satelit telekomunikasi Iridium pun berpotensi disangka sebagai hilal.

Mengingat keduanya memiliki kemampuan memproduksi kilatan (flare) yang sangat terang bahkan hingga melebihi terangnya Bulan sabit meski dalam sekejap.

Dua sisi mata uang

Dalam persepsi publik masa kini, hisab dan rukyat kerap diposisikan berseberangan dan seakan saling berlawanan. Padahal, sesungguhnya dalam perspektif astronomi, keduanya ibarat dua sisi dari sekeping mata uang logam sehingga tak bisa dicerai-beraikan.

Rukyat menghasilkan data-data temporal (terkait waktu) kala Bulan berstatus hilal. Data-data tersebut lantas dapat dianalisis oleh hisab sehingga menghasilkan batas minimum matematis mencakup elemen geometris dan fisis Bulan saat berstatus hilal.

Batas minimum itu, di kemudian hari, menjadi persamaan prediktif yang membatasi Bulan saat berstatus sebagai hilal terhadap status-status lainnya. Persamaan tersebut dikenal dengan nama kriteria visibilitas atau lebih populer sebagai kriteria saja.

Pada gilirannya, kriteria visibilitas menjadi faktor pembatas nan tegas terhadap hasil-hasil rukyat yang diselenggarakan di kemudian hari, sehingga memastikan apakah produk rukyat itu bersifat sahih (valid) ataukah tidak. Bila sahih, maka produk rukyat merupakan data hasil pengukuran yang lebih teliti sehingga akurasi kriteria kian lama kian meningkat. Hal semacam ini merupakan langkah baku dalam dunia ilmu pengetahuan khususnya ilmu alam, di mana sebuah model matematis (teori) selalu dibandingkan terus-menerus dengan observasi-observasi berikutnya guna memperbaikinya dan sebaliknya prosedur obvservasi pun menjadi kian baik di bawah topangan model matematis termutakhir.

Kesatuan rukyat dan hisab yang tak terpisahkan telah cukup dipahami cendekiawan falak generasi terdahulu sebagai bagian pencarian panjang akan definisi hilaal. Secara harfiah hilaal memang bermakna sabit Bulan yang tertipis (termuda) pasca konjungsi. Namun, makna tersebut perlu diturunkan lebih lanjut sehingga mencakup aspek-aspek elemen geometris dan/atau elemen fisis Bulan.

Dalam era klasik yang berlangsung sejak awal mula peradaban Islam hingga sekitar lima abad silam, cendekiawan falak memusatkan perhatian merumuskan definisi hilaal dalam dua kelompok besar.

Kelompok pertama mengaitkan hilal dengan elongasi dan/atau beda tinggi Bulan-Matahari, seperti dilakukan al-Khwarizmi, ibn Maimun dan ibn Qurra’. Pada umumnya disimpulkan bahwa Bulan menempati status hilal jika elongasinya minimal 5 derajat dan beda tingginya minimal 13 derajat.

Sementara, kelompok kedua menekankan hilal sebagai fungsi dari Lag Bulan, seperti dilakukan oleh as-Sufi, al-Battani, ibn Sina, ath-Thusi, al-Farghani dan al-Kashani. Mereka umumnya menyimpulkan Bulan berstatus hilaal terjadi Lag Bulan minimal 48 menit, yang setara dengan beda tinggi Bulan-Matahari minimal 12 derajat.

Dapat dilihat bahwa pada saat itu, meski terdapat dua kelompok utama, mereka sama-sama menghasilkan kesimpulan yang hampir sama. Yakni Bulan menempati status hilal saat beda tingginya melebihi 12 atau 13 derajat.

Dibandingkan dengan masa kini, batasan ini terlihat ‘terlalu tinggi’. Namun, harus dicatat bahwa rukyat berbasis teleskop belum terdapat di era klasik, sehingga hanya sepenuhnya mengandalkan ketajaman mata tanpa alat bantu apapun.

* Muh Ma'rufin Sudibyo, Koordinator Riset Jejaring Rukyatul Hilal Indonesia & Ketua Tim Ahli Badan Hisab dan Rukyat Daerah Kebumen

Sumber
 

: Kompas.com, ; 
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Senin, April 04, 2011

[Eps. KickAndy] Inovasi Terbaik Anak Negri

Jumat, 01 April 2011, pukul 21.30 WIB. Jangan ragukan kreativitas anak muda di negeri ini. Karena Kick Andy masih menemukan banyak diantara mereka yang sangat kreatif dan inovatif. Meski dengan innovasi sederhana, tapi banyak anak muda yang berkarya dan mencipta berbagai alat-alat kebutuhan sehari-hari menjadi unik, multi fungsi, dan simple. Kick Andy membawakan beberapa inovasi pilihan hasil Djarum Black Innovation Award atau yang dikenal dengan BIA dari tahun-tahun sebelumnya, 2007 hingga sekarang 2011. Beberapa diantaranya


Dua anak muda yang memiliki ide untuk me-multifungsikan sebuah tas. Yang pertama ada Achmad Fadilah asal Bandung, yang mengkreasikan travel bag menjadi sebuah “trafellow”.
Trafellow
Saat berada di terminal, stasiun atau airport sekalipun, pastilah menjengkelkan bila Anda tidak kebagian tempat duduk untuk menunggu waktu keberangkatan tiba. Dengan Trafellow, Anda selalu punya kursi lipat pribadi yang menyatu dalam tas perjalanan Anda. Trafellow merupakan pelengkap pintar dalam bepergian karena bisa disandang di bahu maupun ditarik dengan roda, lengkap dengan kursi lipatnya yang siap menemani Anda kemana saja
Trafellow membantu orang yang memiliki hambatan kenyamanan saat bepergian. Misalnya saat menunggu keberangkatan yang terlambat, atau tidak kebagian duduk di ruan tunggu. Karena tas ini selain berfungsi sebagai pembawa barang, juga punya fasilitas untuk bisa menjadi tempat duduk yang nyaman.
Dan bagi yang tak suka diam saat menunggu, terutama bagi mereka yang tak ingin melewatkan saat berolahraga, Dwi prasetya punya ransel yang mengasyikan.
Body Fit Bag
Dwi telah mengkreasi sebuah ransel sebagai “Body Fit Bag”. Ini adalah tas olah raga yang berfungsi sebagai alat beban untuk melatih pembentukan otot dalam tubuh. Body Fit Bag juga dijadikan alat olahraga disaat tertentu, misalnya saat bepergian, sekaligus sebagai tas barang bawaan. Tas ransel ini bisa digunakan sebagai alat latihan memperkuat otot tangan, dada, bahu, punggung, kaki dan otot lainnya.
Ide Tas kebugaran saya buat dengan tujuan agar siapapun atau masyarakat yang ingin atau tidak ada waktu banyak untuk pergi berolahraga di luar rumah seperti fitnes, senam atau olahraga lain yang berhubungan dengan kebugaran tubuh pada umumnya dan kekuatan otot pada khususnya. Tas kebugaran ini selintas terlihat seperti biasa tas-tas punggung pada umumnya, namun kalo diamati secara detail akan terdapat perbedaannya, seperti pada pegangan untuk mengangkat tas terlihat ada di setiap sisi tas tersebut. Mulai dari pegangan untuk atas, atas kanan, atas kiri, kanan, kiri, depan dan belakang tas. Tas dengan berbagai pegangan ini tidak semata-mata aksen estetika, namun memiliki fungsi sebagai alat bantu untuk kita yang akan melakukan kebugaran di rumah atau lebih tepatnya fitnes. Tas kebugaran ini nantinya akan dilengkapi dengan buku panduan kebugaran juga, dimana sebagai informasi kegunaan dari tiap-tiap gerakan yang benar dengan menggunakan tas tersebut sebagai beban (dumbbell, barbell, alat-alat fitness lainnya) atau alat kebugaran otot tubuh manusia. Untuk menghasilkan beban yang kita inginkan dari yang ringan hingga berat, kita bisa menggunakan buku-buku, koran-koran bekas yang ada di sekitar kita (rumah) untuk kemudian dimasukkan kedalam tas tersebut untuk sebagai pengganti beban dari besi atau pemberat seperti di tempat-tempat fitnes pada umumnya.
Ketika banyak orang punya masalah saat menulis, maka Jatmiko Rinto Wahyudi punya solusi untuk menyelesaikannya.
Write Mover
Jatmiko sudah menciptakan “Write Mover”, sebuah alat bantu dengan bola rotali yang terdapat dibawahnya dapat membantu kita untuk dapat menulis dengan rapi, lurus, dan membantu tangan kita bergerak lincah secara horizontal.
Alat ini, juga bisa berguna untuk menghindari rusaknya tulisan akibat gesekan tangan, dan menghindari rusaknya kertas akibat keringat.
Sementara bagi mereka yang punya masalah telat bangun tidur, Didi Prasetya membuat sebuah inovasi baru, yang memungkinkan orang bisa bangun tepat waktu, innovasi ini ia sebut sebagai “Vibre”.
Vibre
Vibre diciptakan bagi Anda yang sulit bangun tidur. Alarm Vibre terbagi dalam dua bagian: Vibre sebagai bagian pengaktif sekaligus jam yang dilekatkan diujung bantal, dan 4 buah Vibra Point yang ditempelkan di bawah bantal. Getarannya yang terjadi karena arus bluetooth dari Vibre ke Vibra Point yang tak menimbulkan radiasi, akan langsung membangunkan Anda. Vibre juga bisa merekam berbagai suara akrab yang mampu membangunkan Anda. Begitu Anda terbangun, dengan menekan sembarang tombol Vibre maka lampu jam akan menyala. Anda bisa tahu jam berapa Anda bangun sekalipun lampu kamar masih padam
Vibre yang didesain menyerupai alarm ini, terbagi dalam dua bagian. Selain sebagai pengaktif, Vibre sekaligus sebagai jam yang dapat dilekatkan dengan dibantu 4 buah vibra point yang ditempelkan di bawah bantal. Getaran yang terjadi karena arus bluetoothdari vibre ke vibra point tidak menimbulkan radiasi langsung membangunkan anda. Vibre juga bisa merekam berbagai suara akrab yang mampu membangunkan tidur anda.
Kreasi lainnya, ada dua inovasi menarik karya dua pemuda dan didedikasikan untuk mereka yang masih mencuci secara manual. Yang pertama ada alat bernama “Capres”, tentu maksudnya bukan calon presiden, tapi istilah lain dari cape meres. Menurut Good Rindo, ini adalah sebuah solusi bagi masalah sulitnya memeras cucian, terutama yang berbahan tebal.
CaPres
Tak sedikit masyarakat memilih mencuci pakaiannya dengan mengucek pakaian tersebut dibanding  mencucinya menggunakan bros pakaian dengan alasan jenis pakaian tertentu dapat rusak karena sikat bros yang kasar. Sehingga pilihan mencuci dengan mengucek pada landasan cuci yang bergerigi menjadi andalan. Alat ini dinamakan CapRes merupakan singkatan dari Capek Meres, ini di ambil dari kelebihan fungsi alat ini selain sebagai alat mencuci pakaian alat ini dapat mengatasi masalah memeras pakaian, ini terinspirasi dari kegiatan rutin mencuci sehari- hari berbagai macam jenis pakaian berat membuat memeras pakain menjadi sulit  seperti: handuk, spray alas tidur yang panjang, kain, jeans, dsb. Sehingga dengan adanya alat ini dapat mengatasi hal semacam itu.
Alat ini telah menyediakan tiang yang disebut copras, sehingga pengguna. Tinggal memutar pakaian yang gantungkan di copras tersebut, kemudian diperas. Selain desain yang argonomis, capres juga dilengkapi dengan pondasi untuk pijakan saat memeras, sehingga bentuk miringnya, diyakini memudahkan penggunanya dalam mencuci.
Masih urusan dalam mencuci, seorang pemuda asal Bandung, Muhammad Ramdhan menawarkan alat bantu jemur sangat fleksibel.
Saat musim yang semakin tidak menentu. Hujan dan panas pun seringkali datang tanpa tanda, maka untuk menyelamatkan jemuran dari hujan ada alat baru bernama “Pakayung”.
Pakayung
Fenomena perubahan iklim semakin dapat dirasakan dewasa ini.perubahan cuaca yang tiba-tiba (seperti panas tiba-tiba hujan dan sebaliknya) cukup mempengaruhi pola hidup dalam masyarakat, tak terkecuali di Indonesia.
Dalam masalah tentang pengeringan (jemuran) pakaian,hal ini cukup mengganggu proses pengeringan pakaian. Cuaca panas terik yang cocok untuk proses ini dapat langsung berubah tiba-tiba hujan dan ini mengakibatkan proses pengeringan pakaian mengalami hambatan.

Dari fenomena ini maka terciptalah ide pembuatan 'PAKAYUNG' yaitu sarana untuk melindungi pakaian saat proses pengeringan (penjemuran) pakaian. Perlindungan pakayung melindungi dari segala jenis cuaca panas dan hujan, hal ini memungkinkan kita akan tenang saat meninggalkan jemuran di rumah. Bentuk pakayung sendiri terinspirasi dari bentuk payung, yang mempunyai fungsi hampir sama dengan 'PAKAYUNG' yaitu melindungi diri kita dari terik panas dan hujan. Saat sebelum digunakan pakayung mempunyai ukuran yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Penggunaanya juga simple hanya membuka resleting untuk menggunakanya. 


Dan ada dua anak muda lain yang memiliki kreasi unik. Mereka menunjukkan caranya untuk mengatasi kebosanan.
Dari seringnya merasa bosan saat duduk menunggu tanpa aktivitas, Maka Rudi Hardianto menciptakan sebuah bangku yang bisa juga berubah fungsi menjadi sebuah meja. Dengan meja inilah kita dapat bermain bersama, seperti bermain catur, dan halma.
Sebagai seorang disainer produk, Rudi yang finalis 20 besar black innovation awards 2008 ini, ingin menciptakan suatu alat di mana para penggunanya dapat saling berinteraksi satu sama lain, maka terciptalah yang diberinama “Ayoma 2” ini.
Ayoma 2
Sementara itu, Yeremia Yordan Bijaksana mengkreasi gitarnya menjadi unik dan berfungsi lebih maksimal. Ia mengkreasi sebuah alat tambahan di gitar yang disebutnya dengan “Loose Guitar”.
Umumnya sebuah gitar memiliki sebanyak enam dawai, tetapi tidak dengan Loose Guitar ini ada tambahan sebanyak 12 dawai maka gitar dapat dimainkan dengan 18 dawai sekaligus. Bahkan tujuh dawai tambahannya, memiliki nada-nada baru yang tidak terdapat dalam struktur dawai sebuah gitar.
Loose Guitar
Kreasi Yeremia ini menang sebagai juara favorit dalam ajang Black Innovation Awards 2010. 
Sumber: KickAndy dan Blackxperience

Sabtu, April 02, 2011

Wanita Jatuh Cinta dengan Pria Yang Punya 6 Hal Ini

I <3 U

Ketampanan bukan satu-satunya hal yang membuat wanita jatuh cinta pada pria. Ada banyak hal lainnya yang bisa pria lakukan agar wanita bertekut lutut pada mereka. Seperti dilansir Times of India, ini dia 6 hal yang wanita sukai dari pria.


1. Merawat Diri
Setampan apa pria, namun dia tidak merawat diri, ketampanan itu bisa membuatnya tak dilirik wanita. Sama seperti pria, wanita pun suka dengan orang-orang yang bisa tampil bersih dan mengurus dirinya. Wanita percaya jika pria bisa merawat dirinya sendiri, dia pun bisa mengurus pasangannya. Jadi untuk para pria, stop tampil dengan baju yang berantakan, rambut tak disisir, kuku berwarna hitam dan bau badan.



2. Punya Sense of Style
Tidak perlu mengikuti gaya berpakaian David Beckham atau Robert Pattinson untuk tampil stylish. Wanita hanya suka apabila pria mengadopsi gaya tertentu yang menjadikan si dia terlihat keren. Untuk para pria, setidaknya mereka tahu apa trend yang paling teranyar. Jangan sampai terjebak pada gaya yang itu-itu saja selama bertahun-tahun.



3. Humoris
Pria dengan selera humor disukai wanita. Mengapa? Karena wanita sudah punya cukup masalah dalam hidup mereka dan sebenarnya tidak terlalu ingin ditambah dengan masalah lain. Saat stres, wanita ingin ditemani pasangan yang bisa membuat mereka tertawa. 



4. Perhatian
Wanita perlu terus diyakinkan kalau mereka dicintai dan disayangi oleh pasangannya. Ada banyak cara untuk menunjukkan perhatian dan menunjukkan rasa sayang tersebut, misalnya dengan menggandeng tangannya ketika menyeberang jalan, memeluknya sesekali, memastikan dia sudah sampai dengan selamat di rumah, dan lain-lain. Perlu diingat untuk para pria, tidak menunjukkan rasa sayang tersebut secara terbuka sama saja artinya kalau Anda malu berada bersamanya. Namun jangan sampai juga terlalu banyak menunjukkan rasa sayang itu secara berlebihan apalagi di depan umum.



5. Senyum & Tatapan yang Seksi
Kenapa wanita tergila-gila pada Richard Gere atau Jude Law? Tidak lain karena kedua aktor tersebut bisa memberikan senyum dan tatapan yang dianggap para wanita seksi. Saat pria melakukan hal itu kepada pasangannya, wanita pun akan merasa diri mereka spesial.



6. Ketenangan
Ada beberapa wanita yang mudah panik saat menghadapi situasi tertentu. Di saat itulah pria dengan ketenangannya datang untuk memberikan solusi. Pria yang justru semakin membuat stres tentu tidak akan membuat wanita semakin jatuh cinta padanya.


SUMBER : Ngeramal.com

Minggu, November 21, 2010

Ziarah Ke Makam Harry Potter



Sebuah pemakaman di Israel kedatangan rombongan penggemar Harry Potter, yang datang untuk menengok makam seorang yang juga bernama Harry Potter.
Prajurit Harry Potter dulunya seorang tentara Kerajaan Inggris yang tewas di sebuah pertempuran pada 1939. Saat itu ia berumur 18 tahun, tapi di makamnya ditulis 19 tahun, sebab ia mengaku lebih tua setahun saat mendaftar masuk ketentaraan.
Kata seorang pemandu wisata di kota Ramle, tak ada hubungan antara prajurit Harry Potter dengan tokoh karangan JK Rowling. “Tapi nama itu memang laku dijual,” ujarnya, seperti dilansir Yahoo! Movies UK & Ireland.
Ziarah para fans ke makam itu dimulai sejak lima tahun lalu, dan makam itu makin populer setelah dicantumkan di sebuah situs daring (online) pariwisata. “Kalau tak dibilang Harry Potter dimakamkan di sini, tak adalah yang bakal ke sini,” kata warga Tel Aviv, Josef Peretz.
Sumber: Dodi IR - Yahoo Indonesia

Book Seventh - Poster

Kamis, Juli 01, 2010

Get 5 from 5 Ways


Banyak hal yang ingin diperoleh manusia, untuk kesejahteraannya di dunia. Namun tidak semua berpikir untuk menyiapkan bekalnya untuk diakherat kelak. Ada lima hal selain kewajiban kita untuk menegakkan tiang agama, yang Insya Allah akan memenuhi dengan kemudahannya saat meninggalkan kehidupan didunia.

Mendapatkan lima hal melalui lima jalan:
  1. Berkah Rejeki, akan diperoleh dari Sholat Dhuha
  2. Cahaya dalam kubur , akan diperoleh dari Shalat Tahajud
  3. Kemudahan dalam menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan alaikat Nakir, akan didapat melalui membaca Al-Qur'an
  4. Kemudahan dalam melintasi Siratal Mustaqim, akan didapat melalui Puasa dan sedekah
  5. Mendapatkan perlindungan Arsy Ilahi pada hari hisab, akan didapat melalui Zikrullah
Dari kelima hal ini, Insya Allah bisa mengingatkan kita semua akan kenikmatan Akhirat dan berlomba-lomba untuk segera meraih Surga disisi Allah SWT. AMIN

Sumber: Unknown

Rabu, April 21, 2010

FIFA 2010 (2nd ALBUM) - Part #2

Kalau satu album World Cup 2010 saja bisa membuat perang berhenti. Berarti kalau ada dua album, bisa damai dunia akhirat nih.
Album official world cup theme song ini terdiri dari 6 buah lagu, dengan penyayi seperti Akon, K'naan, DJ Gurdag, dkk. Dengan MP3 yang sudah berkualitas tinggi, sobat bisa download secara full dan gratis sekarang.

Tracklist :
  1. Akon feat Keri Hilson - Ost. FIFA 2010
  2. K'naan - Wavin Flag
  3. Dj Gurdag - World Cup 2010
  4. Mauro Picotto - World Cup 2010
  5. Mobi Island - World Cup 2010
  6. Sway Feat Akon - Tinchy Stryder Silver and Gold

Unduhannya:
Link lainnya:

FIFA 2010 (1st ALBUM) - Part #1

Mari kita gemakan semarak World Cup 2010, semoga perang bisa berhenti karena bola. Hehehehe...

  1. Auletta – Meine Stadt
  2. Balkan Beat Box feat. Tomer Yosef and Saz – Ramallah-Tel Aviv
  3. BLK JKS – Lakeside
  4. Bomba Est?reo – Fuego
  5. The BPA ft. Ashley Beedle – Should I Stay Or Should I Blow
  6. Buraka Som Sistema feat. Pongolove – Kalemba (Wegue- Wegue)
  7. CasioKids – Fot I Hose
  8. Children Collide – Skeleton Dance
  9. Cut Off Your Hands – Happy As Can Be
  10. Dananananaykroyd – Black Wax
  11. Datarock – Give It Up
  12. Fabri Fibra – Donna Famosa
  13. Fidel Nadal – International Love
  14. Los Fabulosos Cadillacs – La Luz del Ritmo
  15. Macaco – Hacen Falta Dos
  16. Major Lazer – Hold The Line
  17. Marcio Local – Soul Do Samba
  18. Matt and Kim – Daylight(Troublemaker Remix feat.De La Soul)
  19. Metric – Gold Guns Girls
  20. Mexican Institute of Sound – Alocatel
  21. Nneka – Kangpe
  22. Passion Pit – Moth’s Wings
  23. Peter Bjorn And John – Nothing to Worry About
  24. Pint Shot Riot – Not Thinking Straight
  25. Playing for Change – War / No More Trouble
  26. Rocky Dawuni – Download The Revolution
  27. Royksopp – It’s What I Want
  28. Soshy – Dorothy
  29. The Answering Machine – It’s Over! It’s Over! It’s Over!
  30. The Enemy UK – Be Somebody
  31. Tommy Sparks – She’s Got Me DancingThe Whitest Boy Alive – 1517
  32. Wyclef Jean – MVP Kompa
  33. Zap Mama – Vibrations

Unduhannya:
Link lainnya:
--source from http://superpii.com/?p=1406--

FIFA 2010 (Ipank - Bagaikan Bendera) - Part #4


Dan ini salah satu Anthem Fifa World Cup 2010 yang menggema di Nusantara Indonesia.. Kok bisa? Karena K'Naan lagi feat. Ipank (versi Indonesia dunk)




Ipank - Bagaikan Bendera


-->Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,
Celebration its around us, every nation, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

SEMUANYA

Saat dewasa, semakin kuat
Aku semangat, bagaikan bendera
Saat dewasa, semakin kuat
Aku semangat, bagaikan bendera

Semangat berkibar
Semangat berkibar
Semangat berkibar

Wooooooooo
Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo
Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo

Kebebasan, dan semangat, bawa aku, lebih tinggi
Sang pemenang, di lapangan, kita satu, bangga hati
Angkat tangan, angkat wajah, dan bebaskan – lah dirimu
Semangat untuk, kemenangan, sambut juga, tuk sesama

Bagaikan bernyanyi, di bawah sinar mentari
Bersambung dalam permainan.
Bersama di ujung hari.

WE ALL SAY

When I get older, I will be stronger
They’ll call me freedom
Just like a wavin’ flag
When I get older, I will be stronger
They’ll call me freedom
Just like a wavin’ flag

Semangat berkibar
Semangat berkibar
Semangat berkibar
Semangat berkibar

Wavin’ your flag
Oooooooooooooh woooooooooohh

Wavin’ your flag
Oooooooooooooh woooooooooohh

Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo
Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo

SEMUANYA

Saat dewasa, semakin kuat
Aku semangat, bagaikan bendera
Saat dewasa, semakin kuat
Aku semangat, bagaikan bendera

Semangat berkibar
Semangat berkibar
Semangat berkibar
Semangat berkibar

Wavin’ your flag
Oooooooooooooh woooooooooohh

Wavin’ your flag
Oooooooooooooh woooooooooohh

Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo
And everybody will be singinit

Wooooooooo Ohohohoooooooo ! OOOoooooh Wooooooooo
And we are all singinit

Unduhannya:
--source from http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100409055500AA8Z4UC--
Walaupun masih live di cafe, paling tidak sudah puas apa yang dicari telah ditemui di ujungnya.

Senin, Juni 29, 2009

IMAN and ISTIQAMAH.......????


Dari Abu Amr atau Abu Amrah ra; Sufyan bin Abdullah Atsaqafi r.a. berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorangpun selain padamu. Rasulullah menjawab, “Katakanlah, saya beriman kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

Tarjamatur Rawi

Sufyan bin Abdillah Al-Tsaqofi. Nama lengkapnya adalah Sufyan bin Abdillah bin Rabi’ah bin Al-Harits, Abu Amru atau Abu Amrah Al-Tsaqofi. Merupakan salah seorang sahabat Rasulullah saw. Beliau tinggal di Tha’if. Selain mengambil hadits dari Rasulullah saw., beliau juga meriwayatkan hadits dari Umar bin Khatab. Beliau pernah menjadi ‘Amil Umar bin Khatab di Tha’if.

Secara umum, hadits ini memiliki rangkaian sanad yang muttasil dan keseluruhan sanadnya tsiqah, kecuali Hisyam bin Urwah yang dikatakan tsiqah rubbama dallasa (tisqah namun terkadang mentadliskan hadits). Meskipun ulama hadits juga sepakat bahwa beliau merupakan Imam Faqih. Bahkan Imam Abu Hatim Al-Razi sampai mengatakan ‘Ma Ra’aitu Ahfafz Minhu’ (Aku tidak melihat ada orang yang lebih hafidz dari padanya). Dan kendatipun sebagian tidak menerima beliau sebagai perawi yang tsiqah, namun sesungguhnya pada posisi beliau dikuatkan pula melalui jalur sanad yang lain, yaitu oleh Imam Muhammad bin Muslim Al-Zuhri, dan juga melalui jalur Ya’la bin Atha’ Al-Amiri, yang semua sepakat dengan ketsiqahannya.

Gambaran Umum Tentang Hadits Ini

Dilihat dari isi kandungannya, hadits ini menggabungkan dua pokok permasalahan besar dalam Islam, yaitu Iman dan Istiqamah. Iman merupakan implementasi dari tauhid yang merupakan inti ajaran Islam, sedangkan istiqamah merupakan implementasi dari pengamalan aspek-aspek tauhid dalam kehidupan nyata. Dan kedua hal tersebut terangkum dalam hadits singkat ini, melalui pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah saw.

Makna Hadits Ini

Dari pertanyaan sahabat di atas, yaitu Sufyan bin Abdillah Al-Tsaqafi r.a. tersirat bahwa iman dan istiqamah memiiki urgensitas yang tidak dapat digantikan dengan nilai-nilai lainnya dalam kehidupan. Ini terlihat dari pertanyaan beliau kepada rasulullah saw., ‘Wahai Rasulullah, katakanlah padaku satu perkataan yang aku tidak perlu lagi bertanya pada orang lain selain padamu.’ Kemudian rasulullah saw. menjawabnya dengan dua hal yang terangkai menjadi satu: istiqamah dan iman.

Dua hal ini merupakan aspek yang sangat penting dalam keislaman seseorang. Karena Iman (sebagaimana digambarkan di atas) merupakan pondasi keislaman seseorang bagaimanapun ia. Tanpa Iman semua amal manusia akan hilang sia-sia. Sehingga tidak mungkin istiqamah tegak tanpa adanya nilai-nilai keimanan. Penggambaran Rasulullah saw. dalam hadits ini, seiring sejalan sekaligus menguatkan firman Allah swt. dalam Al-Qur’an tentang istiqamah (QS. Fusshilat/ 41 : 30).

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Hakekat Istiqamah

Ditinjau dari segi asal katanya, istiqamah merupakan bentuk mashdar (baca; infinitif) dari kata istaqama yang berarti tegak dan lurus. Sedangkan dari segi istilahnya dan substansinya, digambarkan sebagai berikut :

Abu Bakar al-Shiddiq.

Suatu ketika orang yang paling besar keistiqamahannya ditanya oleh seseorang tentang istiqamah. Abu Bakar menjawab, ‘istiqamah adalah bahwa engkau tidak menyekutukan Allah terhadap sesuatu apapun. (Al-Jauziyah, tt: 331).

Mengenai hal ini, Ibnu Qayim Al-Jauzi mengomentari, bahwa Abu Bakar menggambarkan istiqamah dalam bentuk tauhidullah (mengesakan Allah swt.). Karena seseorang yang dapat istiqamah dalam pijakan tauhid, insya Allah ia akan dapat istiqamah dalam segala hal di atas jalan yang lurus. Ia pun akan beristiqamah dalam segala aktivitas dan segala kondisi. (Al-Jauziyah, tt : 331)

Umar bin Khatab.

Umar bin Khatab pernah mengatakan: Istiqamah adalah bahwa engkau senantiasa lurus (baca; konsisten) dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, serta tidak menyimpang seperti menyimpangnya rubah. (Al-Jauziyah, tt : 331)

Usman bin Affan.

Beliau mengatakan mengenai istiqamah, “Beristiqamahlah kalian yaitu ikhlaskanlah amal kalian hanya kepada Allah swt.”

Al-Hasan (Hasan al-Bashri)

Beliau mengemukakan, “Istiqamahlah kalian melaksanakan perintah Allah, dengan beramal untuk mentaati-Nya dan menjauhi berbuat kemaksiatan pada-Nya.” (Al-Jauzi, tt : 331)

Ibnu Taimiyah

Beliau mengatakan, “Isttiqmahlah kalian dalam mahabah (kepada Allah) dan dalam berubudiyah kepada-Nya. Dan jangalah menoleh dari-Nya (berpaling walau sesaat) baik ke kanan ataupun ke kiri.” (Al-Jauzi, tt : 332)

Ibnu Rajab Al-Hambali

Beliau mengemukakan bahwa istiqomah adalah menempuh jalan yang lurus, tanpa belok ke kiri dan ke kanan, tercakup di dalamnya ketaatan yang tampak maupun yang tidak tampak, serta meninggalkan larangan.

Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa istiqomah adalah implementasi dari nilai-nilai keimanan kepada Allah secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari baik secara lahiriyah maupun bathiniyah. Sehingga jika diimplemenatasikan dalam kehidupan dakwah kontemporer; seorang kader yang istiqomah, ia akan tetap konsisten menekuni jalan da’wah, apapun resiko dan konsekuensi yang harus dihadapinya. Seorang pejuang dakwah di parlemen yang istiqamah misalnya, akan senantiasa memperjuangkan ‘panji-panji’ dakwah, dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya, tanpa ragu dan bimbang serta tidak tergoda dengan segala godaan duniawi. Dan seorang al-akh yang istiqomah adalah al-akh yang ‘berani’ untuk tetap konsisten memperjuangkan ideologi dakwahnya yang benar, meskipun bertentangan dengan rekan-rekannya yang mungkin lebih senior, lebih struktural ataupun lebih ‘besar’ dalam pandangan manusia.

Adalah Imam Ahmad bin Hambal, yang dikenal sebagai imamnya ahlus sunnah berani mempertahankan keyakinannya mengemukakan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah. Beliau menolak ‘kemakhlukan Qur’an’ sebagaimana yang dipropagandakan Mu’tazilah melalui jalur penguasa. Imam Ahmad tetap konsisten, meskipun berbagai siksaan menghujani beliau tanpa mengenal rasa kasihan. Dan yang lebih ironis adalah siksaan dilakukan oleh institusi struktural kekhalifahan yang resmi. Namun beliau tetap menjalaninya dengan penuh ketabahan dan keihlasan kepada Allah swt. Inilah salah satu contoh bentuk keistiqamahan.

Antara Istiqamah dan Istighfar

Terkadang muncul dalam persepsi bahwa orang yang istiqamah adalah orang yang konsisten dalam kebenaran dan tidak pernah sekalipun terjerumus dalam lubang kenistaan. Padalah sesungguhnya manusia tetaplah manusia, kendatipun takwanya ia. Ia pasti pernah berbuat kekeliruan ataupun kesalahan. Oleh karenanya, untuk mengclearkan masalah ini, dalam salah satu ayat-Nya di dalam Al-Qur’an, Allah swt. menggandeng antara istiqamah dengan istighfar kepada Allah swt., yaitu sebagaimana yang terdapat dalam QS. Fushilat/ 41 : 6 :

“Katakanlah: ‘Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya).”

Ayat di atas menggambarkan, bahwa setiap insan pasti pernah melakukan satu kelalaian atau kesalahan, tanpa terkecuali siapapun dia. Oleh karenanya, seorang muslim yang baik adalah yang senantiasa introspeksi diri terhadap segala kekurangan dan kesalahan-kesalahannya, untuk kemudian berusaha memperbaikinya dengan terlebih dahulu beristighfar dan bertaubat memohon ampunan kepada Allah swt.

Terlebih ketika mengarungi jalan dakwah yang penuh lubang dan duri, serta masafah (baca ; jarak tempuh) yang seolah bagaikan lautan tiada bertepi. Di sana banyak manusia-manusia yang beragam asal-usulnya, berbeda latar belakangnya; baik dalam keilmuan, pengalaman, cara pandang dan lain sebagainya. Tentulah hal ini memerlukan keistiqamahan dalam mengarunginya. Karena benturan, perbedaan ataupun kesilapan diantara sesama aktivis dakwah pasti terjadi.

Mustahil jika manusia sebanyak itu tidak pernah saling salah paham. Sedangkan suami istri yang telah diikat dengan kalimatullah, hidup bersama siang dan malam, pagi dan sore, masih memiliki perbedaan-perbedaan yang sulit dihindarkan. Apatah lagi, bagi sebuah kelompok besar yang masing-masing memiliki interest tersendiri. Namun yang lebih penting adalah, pasca kesalahan tersebut, apa yang ia perbuat kemudian? Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda, Dari Anas bin Malik ra, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Semua anak cucu adam berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang berbuat salah, adalah mereka-mereka yang bertaubat.” (HR.Tirmidzi)

Para ulama mengemukakan bahwa proses perbaikan diri dari kesalahan dan kekeliruan yang diperbuat, adalah juga bagian yang tak terpisahkan dari istiqomah itu sendiri. (Al-Bugha, 1993 : 175).

Buah Istiqamah

Istiqamah memiliki beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh sifat-sifat lain dalam Islam. Diantara keutamaan istiqamah adalah :

1. Istiqamah merupakan jalan menuju ke surga. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. 41 : 30)

2. Berdasarkan ayat di atas, istiqamah merupakan satu bentuk sifat atau perbuatan yang dapat mendatangkan ta’yiid (baca ; pertolongan dan dukungan) dari para malaikat.

3. Istiqamah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.
Dalam sebuah hadits digambarkan : Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)

4. Berdasarkan hadits di atas, kita juga diperintahkan untuk senantiasa beristiqamah. Ini artinya bahwa Istiqamah merupakan pengamalan dari sunnah Rasulullah saw.

5. Istiqamah merupakan ciri mendasar orang mukmin.
Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Tsauban ra, Rasulullah saw. bersabda, ‘istiqamahlah kalian, dan janganlah kalian menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Dan tidak ada yang dapat menjaga wudhu’ (baca; istiqamah dalam whudu’, kecuali orang mukmin.) (HR. Ibnu Majah)
Cara untuk Merealisasikan Istiqamah

Setelah kita memahami mengenai istiqamah secara singkat, tinggallah kenyataan yang ada dalam diri kita semua. Yaitu, kita semua barangkali masih jauh dari sifat istiqamah ini. Kita masih belum mampu merealisasikannya dalam kehidupan nyata dengan berbagai dimensinya. Oleh karena itulah, perlu kiranya kita semua mencoba untuk merealisasikan sifat ini. Berikut adalah beberapa kiat dalam mewujudkan sikap istiqamah:

1. Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap Allah dan karena Allah swt. Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Allah dan Allah. Karena keikhlasan merupakan pijakan dasar dalam bertawakal kepada Allah. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas.

2. Bertahap dalam beramal. Dalam artian, ketika menjalankan suatu ibadah, kita hendaknya memulai dari sesuatu yang kecil namun rutin. Bahkan sifat kerutinan ini jika dipandang perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. Kerutinan inilah yang insya Allah menjadi cikal bakalnya keistiqamahan. Seperti dalam bertilawah Al-Qur’an, dalam qiyamul lail dan lain sebagainya; hendaknya dimulai dari sedikit demi sedikit, kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

3. Diperlukan adanya kesabaran. Karena untuk melakukan suatu amalan yang bersifat kontinyu dan rutin, memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi rasa giat dan kadang rasa malas. Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, guna menjalankan ibadah atau amalan yang akan diistiqamahi.

4. Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang teguh terhadap ajaran Allah swt. Allah berfirman (QS. 3 : 101) :”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

5. Istiqamah juga sangat terkait erat dengan tauhidullah. Oleh karenanya dalam beristiqamah seseorang benar-benar harus mentauhidkan Allah dari segala sesuatu apapun yang di muka bumi ini. Karena mustahil istiqamah direalisasikan, bila dibarengi dengan fenomena kemusyrikan, meskipun hanya fenomena yang sangat kecil dari kemusyrikan tersebut, seperti riya. Menghilangkan sifat riya’ dalam diri kita merupakan bentuk istiqamah dalam keikhlasan.

6. Istiqamah juga akan dapat terealisasikan, jika kita memahami hikmah atau hakekat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan tersebut. Sehingga ibadah tersebut terasa nikmat kita lakukan. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasakan ‘kehampaan’ atau ‘kegersangan’ dari amalan yang kita lakukan, tentu hal ini menjadikan kita mudah jenuh dan meninggalkan ibadah tersebut.

7. Istiqamah juga akan sangat terbantu dengan adanya amal jama’i. Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengnigatkan. Berbeda dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, nuansa atau suasana beraktivitas secara bersama memberikan ‘sesuatu yang berbeda’ yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.

8. Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para salafuna shaleh dalam meniti jalan hidupnya, kendatipun berbagai cobaan dan ujian yang sangat berat menimpa mereka. Jusrtru mereka merasakan kenikmatan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan tersebut.

9. Memperbanyak berdoa kepada Allah, agar kita semua dianugerahi sifat istiqamah. Karena kendatipun usaha kita, namun jika Allah tidak mengizinkannya, tentulah hal tersebut tidak akan pernah terwujud.

Hikmah Tarbawiyah

Hadits di atas memiliki hikmah tarbawiyah yang patut untuk dicermati dan diajadikan pelajaran bagi aktivis dakwah masa kini. Diantara hikmahnya adalah:

1. Antusias sahabat dalam “menimba ilmu” dari Rasulullah saw., terutama mengenai hal yang terkait dengan kebahagiaan hakiki di kemudian hari bagi mereka sendiri. Bahkan sahabat tidak segan-segan menggunakan bahasa pertanyaan yang sangat spesifik, yang seolah jawabannya tidak dimiliki oleh siapapun kecuali hanya dari Rasulullah saw.

2. Jawaban yang diberikan Rasulullah saw. kepada sahabat yang bertanya padanya, merupakan jawaban yang singkat, padat, mudah dimengerti serta tidak menggunakan bahasa yang rumit dan sukar dipahami. Hal ini sekaligus memberikan pelajaran bagi para aktivis dakwah, bahwa hendaknya dalam memberikan arahan kepada audiens dakwah, menggunakan bahasa yang sesuai dengan kadar kemampuan mereka, serta jelas dari segi poin-poinnya.

3. Dari segi isi haditsnya, dapat ditarik satu kesimpulan yaitu bahwa sesungguhnya tidak dapat dipisahkan antara iman dan istiqamah. Karena konsekwensi iman adalah istiqomah. Sedangkan istiqomah merupakan keharusan dari adanya keimanan kepada Allah swt. Oleh karenanya dalam keseharian, seorang akh cukup dengan hanya penempaan keimanan melalui sarana-sarana tarbiyah dan ia dapat “bagus” di dalamnya. Hendaknya seorang al-akh juga harus tetap istiqamah kendatipun berada di luar majlis tarbiyahnya. Seperti ketika sedang berbisnis, ia harus “istiqamah” menjaga nilai-nilai tarbawi yang telah didapatnya dalam halaqah, ketika melakukan transaksi bisnis, baik dengan sesama ikhwah maupun dengan pihak lain. Demikian juga dalam aspek-aspek yang lainnya, seperti ketika berpolitik juga harus senantiasa istiqamah dalam implementasinya, kendatipun terdapat perbedaan yang sangat tajam antara lingkungan tarbawi dengan lingkungan siyasi.

4. Namun walau bagaimanapun juga, se-shaleh – shalehnya seorang yang shaleh, ia juga tetap merupakan seorang manusia biasa yang tentunya tidak akan luput dari noda dan dosa. Ketika berinteraksi mengamalkan nilai-nilai tarbawi di “dunia lain”, tentunya banyak lobang menganga yang siap “menelan” langkah-langkah kaki kita. Seperti salah dalam bertindak, sifat emosi dan marah, salah memberikan kebijakan dan lain sebagainya. Namun jika semua kesalahan tersebut “diakui” serta kemudian diperbaiki, maka insya Allah, hal ini merupakan bagian dari istiqamah. Namun sebaliknya, jika kesalahan tersebut semakin menyeretnya pada jurang kemurkaan Allah SWT, maka tentunya ia akan semakin terperosok dalam lembah kenistaan yang mendalam.

5. Istiqamah merupakan satu bentuk “proses pembelajaran” yang harus senantasa dilakukan oleh setiap al-akh. Karena hidup merupakan proses pembelajaran, menuju keridhaan Allah swt. Dan salah satu ciri dari pembelajaran adalah adanya kekeliruan. Dan dengan kekeliruan inilah, kita berupaya memperbaiki diri. Tanpa kesalahan, tidak akan pernah ada keberhasilan.

6. Istiqamah merupakan bentuk “manajemen” diri yang sangat baik dan disarankan oleh berbagai ahli menejemen. Karena istiqomah adalah implementasi dari emotional controlling yang terdapat dalam diri seseorang. Dan paradigma yang populer sekarang ini adalah bahwa kunci keberhasilan yang paling besar adalah dengan kontrol emosi. Seseorang yang memiliki kontrol emosi yang baik, maka prosentase keberhasilannya akan lebih besar, dibandingkan dengan orang yang memiliki kecerdasan intelektual sekalipun.

7. Istiqamah sangat diperlukan, terutama bagi “bekal” dari panjangnya perjalanan dakwah. Ibarat orang yang lari maraton 10 km, maka ia tidak boleh berlari sprint pada 100 m awal, kemudian setelah itu ia kelelahan.

from: Maybina Puspa's Notes at FB