Beberapa ciri-ciri cowok berdasarkan cara mereka menggunakan e-mail.
Cowok Pemalu, menekan tombol send sambil menggunakan palu.
Cowok Pemalas, mengirim email buat 10 orang, tapi diberikan ke salah satu temennya biar di-forward-kan
Cowok Super Pemalas Banget, setelah mengetik email langsung pulang karena males mencet tombol send
Cowok Irit, kirim email hanya ketika ada … (kalimatnya dipotong, biar irit)
Cowok Pengertian, selalu mengerti isi email yang dikirimkan padanya, bahkan sebelum dibuka. dan akan mengerti bahwa si penerima telah mengerti bahwa dia ingin membalas setelah menerima email tersebut namun khawatir jika ada salah pengertian. jadi dia mengerti jika kawannya sudah pasti mengertikenapa email tadi tidak dibalas.
Cowok Playboy, punya banyak account email dan tidak pernah dibuka bersamaan (biar tidak cemburu).
Cowok Pro-Poligami, punya banyak account email, dan dibuka bergantian secara adil, bahkan seringkali mengirimkan email yang sama dari seluruh accountnya, biar adil.
Cowok Hobi Selingkuh, sudah punya account email tapi sering nyoba hacking account orang lain
Cowok Biadab, buka satu accountemail, terus passwordnya di lupakan, buka account lagi passwordnya dilupakan lagi. begitu seterusnya.
Cowok (Obsesi) Beken, tombol send diberi efek suara tepuk tangan saat ditekan.
Cowok Aktifis, senang sekali menekan tombol send, bahkan rela keliling warnet untuk membantu menekankan tombol send pengunjung lainnya.
Cowok Tidak Sopan, setelah surat diketik, mengupil dan meleletkan upilnya di tombol klik kiri mousenya, trus minta tolong ke cowok aktifis untuk menekan tombol send-nya
--> atau “semoga keselamatan dari Allah menyertaimu, begitu juga rahmat dan berkah-Nya.” merupakan salam dalam Bahasa Arab yang berarti ungkapan kasih sayang kepada seseorang dengan penyertaan do'a didalamnya. Kata As-Salaam adalah salah satu nama Allah swt.
Mengucapkan dan menjawab salam adalah hak dan kewajiban antar-muslim yang dapat menguatkan tali persaudaraan dan ikatan kasih sayang. Apalagi dilakukan dengan wajah ceria, gembira, dan hangat. Karena itu tak heran jika Abdullah bin Harits bin Hazm r.a. berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyum melebihi Rasulullah saw.”
Bukan hanya senyum. Rasulullah saw. memasukkan ucapan salam sebagai salah satu dari enam hak muslim yang harus dipenuhi saudaranya. Abu Hurairah r.a. menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hak muslim yang mesti dilakukan terhadap muslim lainnya itu ada enam.” Ada yang bertanya, “Apakah yang enam itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika kamu bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; jika ia mengundangmu, datangilah; jika ia minta nasihat, nasihatilah; jika ia bersin lalu memuji Allah, doakanlah; dan jika ia sakit, jenguklah ia; jika ia meninggal, maka antarkanlah jenazahnya.”
Jadi, mengucapkan salam adalah salah satu hak seorang muslim yang wajib ditunaikan oleh muslim yang lain. Sebagai sebuah hak, mengucapkan salam tidak pantas untuk ditinggalkan pelaksanaannya, sedangkan menjawabnya adalah wajib (fardhu). “ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban” Disebutkan didalam Muwattha’ Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami arti penting mengawali mengucapkan salam. Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:
… Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.
Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:
Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.
Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.
Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.
Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.
Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).
Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.
Pengecualian kewajiban menjawab salam:
Ketika sedang sholat. Membalas ucapan salam ketika sholat membatalkan sholatnya.
Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.
Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.
Selanjutnya, Allah SWT menerangkan keutamaan salam didalam surat Al-An’aam ayat 54:
Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
berbicara tentang sesosok laki-laki yang mungkin banyak disukai wanita.. hohoho.. dibalik kesederhanaan perilakunya terbesit sebongkah cita-cita yang terpatri tinggi setinggi-tingginya.