Best Entries

Jumat, September 09, 2011

Nasi Jagung VS Talas Bakar

Hari yang dinanti telah tiba, pelaksanaan program kami untuk pertamakalinya dimulai. Kami berempat (Aku Yudha; Ismail; Tiel; Ozi) harus membantu pemasangan jalur pipa air dari penampungan utama ke rumah penduduk. Loksasinya berada di utara dusun Besuki. Kami berangkat dengan tiga motor butut dan ditemani seorang ketum Karangtaruna tempat KKN kami berada (Maz Eko). Mau tak mau harus melewati jalan bebatuan dan turunan yang tajam, sesekali keluar jalan dan menelusuri jalan setapak dipinggir jurang yang tidak dalam.

Terparkir rapi motor kami di kebun apel yang tak jauh dari tempat pemasangan pipa. Sesampainya, kami menanam pipa yang sejajar dengan badan sungai dan jalur pipa lama yang agak berkarat. Hebatnya, proyek ½ jadi ini hanya dilakukan beberapa warga lansia. Walaupun begitu, mereka terlihat sigap, kuat, dan cekatan.

Jarum jam menunjukkan angka 9, dan pekerjaan ini terlihat rapi. Kami diajak bapak-bapak tangguh ini untuk menikmati bekal yang dibawanya dari rumah. Diambilnya 4 tangkai daun pisang, ditatanya dengan rapi. Sebagian lagi membongkar tas dan mengeluarkan 4 macam bungkusan nasi, dibukanya dan diletakkan diatas alas daun pisang. Nasi jagung dan nasi putih, dengan lauk sederhana ikan pindang, tahu, dan tempe goreng tiba-tiba muncul dan siap untuk disantap. Tak lupa cuci tangan dan berdoa, Tiel malu tapi mau untuk memulai lahapan pertamanya. Bapak-bapak lainnya pun ikut makan dengan suasana penuh canda tawa.
Makan Besar
Sesudahnya, kami ingat satu hal bahwa posisi pemasangan pipa ini dekat dengan sungai. Penasaran, seperti apa sih sungai yang membelah dusun ini. Kami coba pergi ketepian sambil menikmati pemandangannya. Mas Eko, malah sibuk mencari kayu bakar untuk membakar Talas (sejenis umbi-umbian) untuk kami. Sambil menunggu Talas matang, kami memutuskan untuk menguji suhu air sungai dengan syarat semua jenis kamera dalam keadaan mati dan tidak ada prosesi pengambilan gambar.
Byuurr...
Air jernih ini ternyata dingin dan berarus deras, nyaris saja tubuhku yang kurus ini terseret arus. Hehehe.. J

Semakin lama kok terasa semakin dingin ini air. Aku puruskan untuk keluar dan menghangatkan badan, sambil memakan talas bakar yang sudah matang.
Lagi dan Lagi
Saking asyiknya, jam menunjuk angka 11. Lupa, hari itu Jum’at. Lekas sudah kami bergeas pulang untuk menunaikan ibadah shalat Jum’at.

Jum'at,  8 Juli 2011

4 komentar:

  1. Laper nih laperr.. Ajak-ajak juga doong... :))

    BalasHapus
  2. sayang skali pas mandi gk ke foto :)

    BalasHapus
  3. wah nostalgia masa lalu ki :)

    BalasHapus